KLIKINAJA – Suasana Lapangan Merdeka, Kota Sungai Penuh, Rabu (12/2/2026), di penuhi semangat ratusan pelajar yang mengikuti Pawai Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan yang di gelar Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Mutiara Al Madani itu dilepas langsung oleh Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah.
Agenda tahunan tersebut menjadi penanda datangnya bulan suci Ramadhan. Namun, bagi pemerintah kota, kegiatan ini bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan ruang edukasi untuk membangun karakter generasi muda sejak usia sekolah dasar.
Azhar menyampaikan bahwa Ramadhan harus di pahami sebagai momentum pembinaan diri. Puasa, menurutnya, mengajarkan lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga.
“Ramadhan adalah waktu terbaik membentuk kepribadian anak. Mereka belajar disiplin, mengendalikan diri, menjaga ucapan, sekaligus meningkatkan empati kepada sesama,” ujar Azhar di hadapan siswa dan orang tua.
Ramadhan dan Tantangan Generasi Digital
Ia menyoroti perubahan sosial yang kini di hadapi anak-anak, terutama derasnya arus informasi digital. Kondisi itu menuntut penguatan nilai moral dan literasi karakter agar generasi muda tidak mudah terpengaruh hal negatif.
Pembiasaan sejak dini, kata Azhar, menjadi kunci. Sekolah dan keluarga memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya akhlak mulia. Pemerintah daerah pun berkomitmen mendukung program pendidikan berbasis karakter melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan komunitas keagamaan.
Menurutnya, kegiatan Tarhib Ramadhan dapat menjadi sarana konkret menanamkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kedisiplinan.
“Anak-anak perlu dibimbing memahami makna puasa secara utuh. Dari situ tumbuh sikap jujur, sabar, dan rasa hormat terhadap orang lain,” ucapnya menegaskan.
Antusiasme Pelajar dan Peran Sekolah
Pantauan di lokasi menunjukkan para siswa SD Mutiara Al Madani mengikuti pawai dengan penuh keceriaan. Mereka membawa atribut bernuansa Islami sambil berjalan tertib di bawah pengawasan panitia dan dukungan orang tua.
Pihak sekolah memandang Tarhib Ramadhan sebagai bagian dari proses pendidikan karakter yang berkelanjutan. Kegiatan ini di rancang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman sekaligus memperkuat kebiasaan positif dalam keseharian siswa.
Secara lebih luas, momentum Ramadhan kerap menjadi periode refleksi sosial di berbagai daerah. Aktivitas keagamaan meningkat, solidaritas antarwarga menguat, dan ruang-ruang edukasi nonformal semakin hidup. Situasi ini dapat di manfaatkan sebagai fase pembinaan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
Pemerintah Kota Sungai Penuh mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan kenyamanan selama Ramadhan, agar suasana ibadah berlangsung aman dan khusyuk.
Harapannya, semangat Tarhib yang tercermin dalam pawai tersebut mampu menjadi pijakan awal membentuk generasi Sungai Penuh yang religius, disiplin, serta peduli terhadap lingkungan sosialnya.(Tim)









