Ketua LSM Cakrawala Nusantara Soroti PLTA Danau Kerinci, Wacana Transmigrasi Jadi Sorotan Tajam

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Ketua LSM Cakrawala Nusantara, Ruslan, melontarkan kritik terbuka terhadap operasional PLTA di kawasan Danau Kerinci. Ia menilai penyusutan debit air danau tidak lahir dari faktor musim semata, melainkan berkaitan erat dengan kebijakan pengelolaan air untuk kebutuhan pembangkit listrik.

Menurut Ruslan, perubahan drastis permukaan air telah menggeser tatanan hidup masyarakat sekitar danau. Area yang dahulu menjadi ruang tangkap nelayan kini berubah menjadi hamparan lumpur retak. Perahu-perahu terpaksa bersandar, jaring tidak lagi di tebar, dan lahan pertanian yang bergantung pada pasokan air ikut terdampak.

“Ini bukan kekeringan biasa. Ini kekeringan yang di produksi oleh kebijakan,” tegas Ruslan.

Ia menyebut ribuan kepala keluarga menggantungkan penghidupan dari perikanan dan pertanian di sekitar danau selama puluhan tahun. Ketika air surut dalam waktu lama, penghasilan warga menyusut, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan.

Baca Juga :  RSUD Ahmad Ripin Ungkap 120 Korban Keracunan MBG Sekernan Dirawat Intensif

Wacana Transmigrasi Picu Polemik

Sorotan tajam Ruslan mengarah pada wacana transmigrasi yang mencuat sebagai opsi bagi warga terdampak. Ia menilai usulan tersebut tidak menyentuh akar persoalan.

“Transmigrasi bukan solusi. Itu sama saja mengusir rakyat dari tanah leluhurnya akibat kesalahan kebijakan,” ujarnya.

Bagi Ruslan, masalah utama terletak pada tata kelola sumber daya air yang tidak berpihak pada keberlanjutan sosial. Ia mempertanyakan logika memindahkan masyarakat yang telah lama hidup berdampingan dengan danau, alih-alih mengevaluasi kebijakan operasional PLTA.

Isu transmigrasi menyentuh aspek sensitif: identitas, sejarah, dan keterikatan warga dengan ruang hidupnya. Memindahkan komunitas bukan hanya soal relokasi fisik, tetapi juga memutus mata rantai sosial, budaya, dan ekonomi yang telah terbentuk lintas generasi. Dalam konteks pembangunan energi, pendekatan seperti ini dinilai berisiko menimbulkan ketimpangan baru.

Desakan Evaluasi dan Audit Dampak Sosial

Ruslan juga menyoroti sikap pemerintah daerah yang ia nilai belum menunjukkan langkah konkret. Ia menyebut belum ada evaluasi terbuka terkait pengaturan debit air, audit dampak lingkungan dan sosial, maupun skema kompensasi bagi masyarakat yang kehilangan penghasilan.

Baca Juga :  7 Destinasi Wisata Romantis di Indonesia yang Bikin Bulan Madu Makin Manis

“Tidak ada ganti rugi. Tidak ada perlindungan ekonomi. Yang ada hanya pembiaran,” katanya.

Ia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap operasional PLTA, termasuk transparansi data pengelolaan air. LSM Cakrawala Nusantara meminta pemerintah menyiapkan program pemulihan ekonomi untuk nelayan dan petani yang terdampak langsung.

Menurut Ruslan, pembangunan sektor energi harus berjalan seiring dengan perlindungan hak hidup warga lokal. Ketika listrik mengalir ke pusat-pusat kota, masyarakat di sekitar sumber daya tidak boleh menanggung beban sosial tanpa perlindungan.

Ia menutup pernyataannya dengan peringatan keras. “Danau Kerinci tidak hanya kehilangan airnya. Kita khawatir, yang ikut mengering adalah nurani para pemimpin,” pungkasnya.(Tim)

Berita Terkait

Wali Kota Alfin Safari Jumat di Masjid Taqwa, Perkuat Silaturahmi dan Dorong Program Prioritas
Wawako Sungai Penuh Minta ASN Jaga Kinerja Saat Ramadhan
Bupati Kerinci Lantik Pejabat Baru RSU Bukit Kerman dan RSUD Kerinci, Ini Daftar Namanya
Bungo Resmi Luncurkan Program Keluarga Unggul, 30 UMKM dan Guru Ngaji Dapat Dukungan
Sore Ini, Pemkab Kerinci Lantik Pejabat Baru, Struktur RSUD Tipe C Diperkuat
Stok Minyak Kita di Batang Hari Terbatas, Pedagang Keluhkan Syarat Bulog
Geledah Dugaan Korupsi Anggaran, Kejaksaan Tinggi Jambi Sasar Kantor DPRD Kabupaten Merangin
Wako Sungai Penuh Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Ramadhan 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00 WIB

Ketua LSM Cakrawala Nusantara Soroti PLTA Danau Kerinci, Wacana Transmigrasi Jadi Sorotan Tajam

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:15 WIB

Wali Kota Alfin Safari Jumat di Masjid Taqwa, Perkuat Silaturahmi dan Dorong Program Prioritas

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:00 WIB

Wawako Sungai Penuh Minta ASN Jaga Kinerja Saat Ramadhan

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:16 WIB

Bupati Kerinci Lantik Pejabat Baru RSU Bukit Kerman dan RSUD Kerinci, Ini Daftar Namanya

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:00 WIB

Bungo Resmi Luncurkan Program Keluarga Unggul, 30 UMKM dan Guru Ngaji Dapat Dukungan

Berita Terbaru

Ilustrasi Buka Puasa

Islami

Sunnah Berbuka Puasa, Kurma dan Air Jadi Pilihan Utama

Sabtu, 14 Feb 2026 - 07:00 WIB