Mantan Dirut dan Pejabat BNI Dituntut Berbeda Dalam Kasus Korupsi PT PAL

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA, JAMBI – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jambi resmi membacakan tuntutan terhadap tiga terdakwa kasus dugaan korupsi fasilitas investasi dan modal kerja PT BNI (Persero) untuk PT Prosympac Agro Lestari (PT PAL) tahun 2018–2019. Sidang tersebut berlangsung pada Senin, 1 Desember 2025.

Dalam persidangan, JPU menilai ketiga terdakwa terbukti berperan dalam persekongkolan yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp105 miliar. Para terdakwa itu ialah Viktor Gunawan selaku Direktur Utama PT PAL, mantan Dirut PT PAL Wendy Haryanto, dan Senior Relationship Manager PT BNI SKM Palembang, Rais Gunawan.

Viktor Gunawan mendapat tuntutan paling berat. Jaksa meminta majelis hakim menjatuhkan pidana 5 tahun penjara kepada Viktor, disertai denda Rp200 juta, subsidair 5 bulan kurungan. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp10,3 miliar. Jika tidak dibayar, hukuman penjara tambahan selama 3 tahun dijatuhkan sebagai pengganti.

Sementara itu, Wendy Haryanto dituntut hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp200 juta, subsidair 4 bulan kurungan. Jaksa juga menuntut Wendy mengganti kerugian negara sebesar Rp79,26 miliar. Apabila tak diselesaikan dalam waktu satu bulan setelah putusan inkrah, Wendy harus menjalani pidana pengganti selama 2 tahun.

Baca Juga :  BAZNAS Jambi Siapkan 18 Posko Mudik Lebaran, Pemudik Bisa Servis Motor Gratis

Tak jauh berbeda, terdakwa Rais Gunawan diajukan tuntutan 3 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsidair 3 bulan kurungan. Menurut JPU, Rais terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam uraian dakwaan, ketiga terdakwa dinilai bekerja sama dengan dua pihak lain yang disidangkan dalam berkas terpisah, yakni Komisaris Utama PT PAL Bengawan Kamto dan Komisaris PT PAL Arief Rohman. Mereka disebut memanipulasi dokumen yang menjadi persyaratan pengajuan fasilitas pembiayaan investasi dan modal kerja ke PT BNI.

Dana yang dicairkan oleh bank tidak digunakan sebagaimana mestinya, sehingga memicu pembobolan keuangan BNI dan menimbulkan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah.

“Perbuatan para terdakwa telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp105 miliar,” kata Kasi Penkum Kejati Jambi, Noly Wijaya, menjelaskan dasar tuntutan yang diajukan JPU.

Baca Juga :  KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Riau Abdul Wahid Terkait Dugaan Pemerasan

Dalam tuntutannya, JPU juga meminta agar sejumlah aset PT Prosympac Agro Lestari dirampas dan dilelang untuk menutup kerugian negara. Aset tersebut meliputi enam bidang tanah dengan total luas 163.285 meter persegi, sebuah pabrik kelapa sawit berkapasitas 45 ton per jam (ekstensifikasi 60 ton per jam), bangunan kantor, mess karyawan, mesin produksi, serta sarana pendukung lainnya.

Seluruh barang bukti itu dinyatakan digunakan untuk kepentingan negara dan akan dilelang setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap.

Selain tiga terdakwa utama, dua nama lain yang diduga terlibat Bengawan Kamto dan Arief Rohman masih menjalani proses persidangan. Keduanya disidangkan dalam berkas berbeda dan kini ditahan bersama para terdakwa lainnya di Lapas Klas IIB Jambi.

Sidang lanjutan untuk ketiga terdakwa dijadwalkan diadakan dalam waktu dekat dengan agenda pembelaan dari penasihat hukum. Putusan pengadilan nantinya akan menentukan apakah tuntutan JPU diterima sepenuhnya oleh majelis hakim.(Tim)

Berita Terkait

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026
Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh
Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat
BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat
Cuaca Jambi Saat Lebaran 2026 Diprediksi Berawan dan Hujan Ringan
Jalur Mudik Kerinci-Sungai Penuh Rawan Longsor, BPJN Siagakan Alat Berat
Mudik Lebaran 2026 Aman, Jambi Siapkan 22 Alat Berat
Lonjakan Kendaraan di Tol Betung -Tempino -Simpang Ness Capai 25 Persen Jelang Lebaran
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:00 WIB

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:26 WIB

Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:00 WIB

BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:00 WIB

Cuaca Jambi Saat Lebaran 2026 Diprediksi Berawan dan Hujan Ringan

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:00 WIB

Jalur Mudik Kerinci-Sungai Penuh Rawan Longsor, BPJN Siagakan Alat Berat

Berita Terbaru

Game

Kode Redeem FC Mobile 21 Maret 2026, Klaim Gems Gratis

Sabtu, 21 Mar 2026 - 10:00 WIB

Bisnis

Link DANA Kaget Lebaran 2026, Cara Klaim Saldo Gratis

Sabtu, 21 Mar 2026 - 09:00 WIB

Daerah

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 08:00 WIB