KLIKINAJA – Isu video “Teh Pucuk” berdurasi 17 menit kembali menyita perhatian publik. Sejak Sabtu (14/2/2026), topik ini ramai di bicarakan di berbagai media sosial dan memicu lonjakan pencarian di internet.
Percakapan soal video tersebut menyebar cepat. Sejumlah akun menyebut ada versi lengkap yang belum banyak di ketahui orang. Klaim itu membuat warganet berburu tautan yang di sebut-sebut memuat rekaman berdurasi panjang.
Lalu, apakah video 17 menit itu benar-benar ada, atau sekadar umpan untuk mendulang klik?
Bermula dari Potongan Video Pendek
Gelombang pencarian ini berawal dari beredarnya video berdurasi kurang dari dua menit yang lebih dulu viral di TikTok dan X. Potongan tersebut menyebar luas dan memantik rasa penasaran.
Tak lama berselang, muncul unggahan dengan narasi provokatif seperti “link full video 17 menit ada di bio” dan “versi lengkap cek komentar”. Kalimat-kalimat itu di sebarkan berulang kali, memperkuat persepsi bahwa ada rekaman panjang yang tersembunyi.
Fenomena ini tak lepas dari dorongan FOMO rasa takut ketinggalan informasi yang sedang ramai di perbincangkan. Ketika banyak orang membicarakan satu topik, dorongan untuk ikut tahu menjadi semakin kuat.
Belum Ditemukan Bukti Valid
Meski pencarian meningkat, hingga kini belum ada sumber resmi yang dapat memverifikasi keberadaan video berdurasi 17 menit tersebut. Penelusuran di berbagai platform arus utama tidak menunjukkan adanya unggahan utuh seperti yang di klaim.
Sebagian besar konten yang beredar hanya berupa potongan singkat, cuplikan tanpa konteks jelas, atau bahkan sekadar gambar produk minuman. Pola seperti ini kerap muncul dalam tren viral sebelumnya yang pada akhirnya tak terbukti sesuai narasi awal.
Artinya, klaim tentang video lengkap berdurasi panjang masih belum memiliki dasar yang dapat di pastikan kebenarannya.
Secara umum, pola penyebaran isu semacam ini mengikuti siklus yang sama: potongan pendek memancing perhatian, lalu muncul klaim versi penuh yang sulit di verifikasi. Ketika rasa penasaran memuncak, trafik pun mengalir deras ke berbagai tautan yang belum tentu aman.
Modus Clickbait dan Risiko Keamanan Digital
Di tengah tingginya rasa ingin tahu publik, beredar pula tautan yang di klaim sebagai “link video viral Teh Pucuk”. Banyak di antaranya justru mengarah ke situs pihak ketiga yang mencurigakan.
Beberapa halaman meminta pengguna memasukkan ulang akun media sosial, mengisi data pribadi, hingga mengunduh file tertentu. Pola ini identik dengan praktik phishing modus penipuan digital untuk mencuri informasi.
Peringatan terkait ancaman serupa sebelumnya telah di sampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Otoritas tersebut mengimbau masyarakat agar tidak mudah mengakses tautan dari sumber anonim atau tidak jelas asal-usulnya.
Risikonya bukan hal sepele. Klik sembarangan bisa berujung pada pencurian data pribadi, pembajakan akun, penyusupan malware, bahkan penyalahgunaan identitas digital. Situs palsu kerap meniru tampilan domain resmi agar korban merasa aman.
Di era arus informasi super cepat, literasi digital menjadi benteng utama. Masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa alamat situs, tidak tergesa-gesa memasukkan data pribadi, serta melaporkan konten mencurigakan ke platform terkait.
Isu video “Teh Pucuk 17 menit” menjadi contoh bagaimana rasa penasaran publik dapat di manfaatkan untuk kepentingan tertentu. Sampai ada bukti yang benar-benar terverifikasi, klaim tersebut patut di sikapi dengan hati-hati.(Tim)









