Daging Olahan dan Minuman Manis Bisa Mempercepat Penurunan Fungsi Otak

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Sebuah penelitian terbaru dari Virginia Tech, Amerika Serikat, mengungkap dua jenis makanan yang paling berisiko bagi kesehatan otak manusia: daging olahan dan minuman manis ultra-proses seperti soda serta teh kemasan. Konsumsi rutin keduanya di kaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif, termasuk demensia dan Alzheimer.

Sementara itu, mereka yang rutin menenggak minuman manis – termasuk soda, teh manis, atau jus kemasan- berisiko naik sekitar 6 persen.

Menariknya, konsumsi total makanan ultra-proses (ultra-processed foods/UPF) secara umum tidak secara signifikan memengaruhi fungsi otak. Produk seperti camilan asin, makanan siap saji, permen, atau olahan susu ternyata tidak menunjukkan hubungan kuat dengan penurunan kognitif. Artinya, jenis makanan ultra-proses tertentu, terutama daging olahan dan minuman manis, menjadi faktor utama yang perlu di waspadai.

Profesor nutrisi manusia dari Virginia Tech, Brenda Davy, menegaskan bahwa menjaga kesehatan otak bisa di mulai dari kebiasaan makan sederhana. “Ada banyak hal yang bisa kita ubah,” ujarnya seperti di kutip Science Alert. “Kuncinya ada pada keseimbangan dan moderasi dalam memilih makanan.”

Baca Juga :  Sindikat Jual Bayi Terbongkar: Penculik Bilqis Pernah Perdagangkan 9 Bayi Lewat TikTok dan WhatsApp

Davy menambahkan, kombinasi makanan berlemak tinggi dengan minuman manis bisa menjadi “bom ganda” bagi otak. Contohnya, pizza daging yang di santap bersama segelas cola. Kandungan garam, lemak jenuh, dan gula dalam jumlah besar dapat memicu peradangan dan merusak fungsi sel saraf.

Data penelitian juga menunjukkan bahwa 65 persen makanan dan 38 persen minuman yang di beli masyarakat Amerika pada tahun 2020 termasuk kategori ultra-proses. Produk ini umumnya mengandung zat aditif buatan seperti pewarna, pengawet, pengemulsi, dan perasa sintetis-bahan yang nyaris tak di temukan dalam masakan rumahan.

Kebiasaan ini kini merambah ke semua kelompok usia, dari remaja hingga lansia. Lebih dari setengah asupan kalori harian masyarakat modern berasal dari makanan ultra-proses. Tren tersebut menjadi perhatian serius karena dapat berkontribusi terhadap peningkatan penyakit kronis, termasuk di abetes tipe 2, penyakit jantung, dan penurunan kemampuan berpikir.

Baca Juga :  Prabowo Pastikan Dana Pembayaran Utang Kereta Cepat ke China Aman

Peneliti lain dari Virginia Tech, Ben Katz, menilai bahwa pengetahuan saja tidak cukup. “Mengetahui makanan sehat hanyalah setengah dari perjuangan,” katanya. “Bagian lainnya adalah kemampuan memasak agar orang bisa menyiapkan makanan bergizi sendiri.”

Para ahli menyarankan agar kebiasaan memasak di rumah kembali di galakkan, bahkan di jadikan bagian dari program kesehatan masyarakat. Dengan cara ini, masyarakat dapat mengontrol bahan makanan yang di konsumsi dan mengurangi ketergantungan pada produk instan.

Pada akhirnya, langkah sederhana seperti memangkas konsumsi daging olahan dan mengganti minuman manis dengan air putih atau jus alami bisa menjadi investasi penting untuk menjaga daya ingat dan fungsi otak di masa depan.(tim)

Berita Terkait

Minum Kopi Setelah Olahraga, Aman atau Berisiko? Ini Penjelasan Ahli
Sesak Napas karena Jantung atau Asam Lambung? Kenali Perbedaannya
Infeksi Cacing Mata, Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya
Cara Mengatasi Rambut Rontok Parah Agar Rambut Kembali Lebat dan Sehat
Daun Kumis Kucing dan Khasiatnya, Herbal Alami untuk Ginjal hingga Tekanan Darah
Manfaat Akar Pinang untuk Stamina Pria dan Imunitas Tubuh
Sirih Cina untuk Wajah: Tanaman Liar dengan Manfaat Alami bagi Kulit
Vitamin untuk Mata Kabur: Nutrisi Penting agar Penglihatan Kembali Jernih
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 06:00 WIB

Minum Kopi Setelah Olahraga, Aman atau Berisiko? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 9 Maret 2026 - 06:00 WIB

Sesak Napas karena Jantung atau Asam Lambung? Kenali Perbedaannya

Senin, 9 Maret 2026 - 01:00 WIB

Infeksi Cacing Mata, Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

Sabtu, 7 Maret 2026 - 05:00 WIB

Cara Mengatasi Rambut Rontok Parah Agar Rambut Kembali Lebat dan Sehat

Jumat, 6 Maret 2026 - 10:00 WIB

Daun Kumis Kucing dan Khasiatnya, Herbal Alami untuk Ginjal hingga Tekanan Darah

Berita Terbaru