KLIKINAJA – Keluhan perut mual dan muntah pada anak umumnya berasal dari gangguan pencernaan akibat infeksi virus ataupun bakteri. Kondisi ini sering berkaitan dengan konsumsi makanan yang kurang bersih, keracunan makanan, hingga kebiasaan makan yang terlalu pedas atau berminyak. Meski tergolong umum, gangguan ini tetap memerlukan penanganan yang benar agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Dalam sebagian besar kasus, gejala dapat membaik dalam beberapa hari hanya dengan perawatan mandiri di rumah. Namun, orang tua perlu memahami cara menangani anak pada tahap awal agar terhindar dari komplikasi seperti dehidrasi. Penanganan sejak gejala awal menjadi faktor penting agar tubuh anak mampu memulihkan diri dengan baik.
Langkah pertama yang dapat dilakukan orang tua adalah memastikan kebutuhan cairan anak tetap terpenuhi. Cairan dapat diberikan sedikit demi sedikit secara berkala, terutama jika anak baru selesai muntah. Untuk bayi, pemberian ASI sebaiknya tetap dilanjutkan. Sementara pada anak yang sudah lebih besar, larutan rehidrasi oral seperti oralit lebih dianjurkan karena mampu menggantikan elektrolit yang hilang. Air kelapa dapat diberikan sebagai opsi tambahan, tetapi tidak dapat menggantikan oralit sebagai cairan utama.
Ketika muntah mulai berkurang, asupan makanan perlahan dapat diperkenalkan kembali. Pilihan terbaik adalah makanan bertekstur lembut dan mudah dicerna, misalnya bubur, pisang matang, roti tawar, ataupun sup bening. Berikan dalam porsi kecil namun sering. Makanan bersantan, berminyak, asam, ataupun pedas sebaiknya ditunda hingga kondisi anak jauh lebih stabil.
Istirahat cukup merupakan bagian penting dari proses penyembuhan. Anak dianjurkan tidak melakukan aktivitas berat agar energi tubuh lebih banyak digunakan untuk memulihkan sistem pencernaan. Tempat yang tenang dan nyaman dapat membantu anak lebih rileks sehingga nyeri perut berangsur mereda.
Selain itu, kompres hangat bisa menjadi alternatif untuk membantu memberikan rasa lega pada area perut. Kompres dapat dilakukan dengan menempelkan kain hangat pada bagian perut selama sekitar 10–15 menit. Suhu hangat membantu merelaksasi otot perut sekaligus meningkatkan kenyamanan anak saat beristirahat.
Pada anak berusia di atas dua tahun, teh jahe dalam jumlah kecil dapat diberikan sebagai pendamping cairan utama. Jahe dikenal membantu mengatasi mual serta meningkatkan pergerakan saluran cerna. Sedikit madu dapat ditambahkan untuk memberi rasa manis yang lebih ramah bagi anak. Namun, pemberian herbal tidak direkomendasikan untuk bayi dan balita di bawah enam bulan karena sistem pencernaan mereka masih sangat sensitif.
Satu hal yang harus menjadi perhatian adalah penggunaan obat. Pemberian obat tanpa petunjuk dokter dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, terutama pada bayi dan anak berusia sangat muda. Orang tua perlu berhati-hati dan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu jika ingin memberikan obat anti muntah ataupun obat pereda nyeri.
Jika anak tampak semakin lemah, demam tinggi, muntah tidak berhenti lebih dari 24 jam, telapak tangan dan kaki dingin, napas cepat, atau tidak mau minum sama sekali, orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan. Kondisi tersebut merupakan tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis sesegera mungkin.
Pemahaman tentang pertolongan pertama ketika anak sakit perut dan muntah dapat membantu orang tua mengambil langkah cepat sebelum dibawa ke dokter. Perawatan yang tepat di rumah mampu mempercepat pemulihan sekaligus mencegah risiko komplikasi lebih lanjut.(Tim)









