KLIKINAJA, BATANG HARI – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Futsal Jambi Tahun 2025 resmi di gelar di Kabupaten Batang Hari dan menjadi ajang strategis pembinaan atlet futsal di tingkat daerah. Turnamen ini berlangsung selama enam hari, mulai 13 hingga 18 Desember 2025, dengan melibatkan delapan kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Berdasarkan data panitia, peserta Kejurprov Futsal Jambi 2025 berasal dari Kabupaten Batang Hari, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Merangin, Sarolangun, Tebo, Bungo, serta Kota Jambi. Seluruh tim akan menjalani rangkaian pertandingan dengan sistem kompetisi yang di rancang untuk menguji konsistensi permainan, kekompakan tim, dan ketahanan fisik atlet.
Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa Kejurprov ini tidak hanya menargetkan penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga peningkatan kualitas pertandingan. Perangkat wasit, regulasi, serta standar teknis di sesuaikan dengan ketentuan Asosiasi Futsal Provinsi Jambi agar pertandingan berjalan profesional dan adil.
Selain kategori umum, panitia turut menggelar Liga Pelajar tingkat Kabupaten Batang Hari yang di ikuti oleh 45 tim dari SMA, SMK, MA, dan pondok pesantren. Kompetisi pelajar tersebut menjadi bagian penting dari skema pembinaan berjenjang yang menghubungkan olahraga sekolah dengan kompetisi resmi daerah.
Liga pelajar di nilai sebagai fondasi awal pembentukan atlet futsal masa depan. Melalui kompetisi yang terstruktur, atlet usia sekolah mendapat pengalaman bertanding, pembinaan mental, serta pemahaman nilai sportivitas sejak dini. Skema ini sejalan dengan arah kebijakan olahraga nasional yang mendorong pembinaan berkelanjutan melalui jalur pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari menilai Kejurprov Futsal Jambi 2025 memiliki dampak ganda, baik dari sisi olahraga maupun sosial ekonomi. Selain menggerakkan pembinaan atlet, kegiatan ini turut menghidupkan aktivitas ekonomi lokal, mulai dari sektor UMKM, penginapan, hingga transportasi.
Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menyatakan bahwa pengembangan olahraga tidak dapat di lepaskan dari kesiapan infrastruktur dan budaya masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pemanfaatan fasilitas olahraga secara maksimal serta membuka ruang bagi event-event olahraga berskala regional.
Menurutnya, futsal merupakan cabang olahraga beregu yang efektif dalam membentuk karakter atlet, seperti kerja sama tim, disiplin, dan kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan. Nilai-nilai tersebut di nilai relevan dengan pembentukan generasi muda yang kompetitif dan berintegritas.
Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama kejuaraan berlangsung. Atlet di minta menghormati keputusan wasit dan perangkat pertandingan sebagai bagian dari proses pendewasaan dalam olahraga.
Selain itu, ajang ini menjadi tolok ukur kesiapan daerah dalam menyelenggarakan event olahraga secara profesional.(Tim)









