Dalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya kesiapsiagaan menyeluruh di seluruh lini pemerintahan. Ia meminta setiap OPD melakukan pengecekan ulang terhadap sarana dan prasarana pendukung penanganan bencana agar dapat berfungsi optimal dalam kondisi darurat.
Maulana menegaskan bahwa kesiapan bukan hanya sebatas administrasi, tetapi juga kesiapan teknis di lapangan. Menurutnya, kecepatan respons menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi, terutama banjir yang kerap melanda kawasan permukiman padat.
Perhatian khusus juga di berikan kepada sektor kesehatan. Wali Kota meminta Dinas Kesehatan Kota Jambi memastikan seluruh fasilitas kesehatan berada dalam kondisi siap siaga. Ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, serta tenaga medis di nilai sangat krusial jika sewaktu-waktu terjadi bencana yang berdampak pada masyarakat.
Selain itu, layanan kesehatan di minta tetap siaga selama 24 jam untuk menjamin penanganan korban berjalan cepat dan tepat. Koordinasi dengan puskesmas, rumah sakit, serta tenaga kesehatan lapangan juga di perkuat selama masa siaga darurat berlangsung.
Tidak hanya mengandalkan peran pemerintah, Maulana juga menginstruksikan para camat dan lurah untuk menggerakkan partisipasi masyarakat. Dalam dua hari ke depan, seluruh wilayah diminta melaksanakan gotong royong massal, dengan fokus utama membersihkan saluran drainase dan lingkungan sekitar permukiman.
Langkah tersebut di nilai penting untuk mengurangi potensi genangan air dan banjir, khususnya di kawasan yang selama ini di kenal rawan terdampak. Wali Kota menekankan bahwa upaya pencegahan harus di lakukan secara kolektif, melibatkan pemerintah dan masyarakat.
Lebih lanjut, Maulana menjelaskan bahwa secara geografis Kota Jambi memiliki banyak anak sungai yang berpotensi meluap ketika intensitas hujan meningkat. Kondisi ini membuat sejumlah wilayah menjadi rentan terhadap banjir musiman.
Beberapa kecamatan yang masuk dalam kategori rawan banjir antara lain Kecamatan Kota Baru, Jelutung, Telanaipura, Danau Sipin, Jambi Timur, dan Alam Barajo. Wilayah-wilayah tersebut di lintasi sejumlah anak sungai yang kerap mengalami peningkatan debit air saat hujan deras.
Dalam forum rapat tersebut, Wali Kota juga mengungkapkan bahwa banjir telah terjadi di beberapa titik Kota Jambi pada Jumat lalu. Berdasarkan laporan yang di terima pemerintah kota, sedikitnya 78 rukun tetangga (RT) terdampak akibat luapan air.
Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah lanjutan, termasuk penjadwalan gotong royong massal dan pembersihan drainase secara menyeluruh. Pemerintah juga memastikan pemantauan kondisi lapangan terus di lakukan selama status siaga darurat di berlakukan.









