Kemensos Tinjau Sekolah Rakyat Merangin, Dorong Keramba Ikan untuk SAD

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Pemerintah pusat mulai mematangkan rencana pendirian Sekolah Rakyat di Kabupaten Merangin. Kementerian Sosial RI turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan fasilitas sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal di kawasan Dam Betuk.

Kunjungan ini di lakukan melalui Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT). Sejumlah titik menjadi perhatian, mulai dari Desa Tanjung Lamin di Kecamatan Pemenang Barat hingga Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas. Fokusnya tak hanya pada sektor pendidikan, tetapi juga penguatan sumber penghidupan masyarakat adat.

Bupati Merangin, M Syukur, menyebut agenda tersebut berangkat dari pertemuannya dengan Menteri Sosial di Jakarta beberapa waktu lalu. Dari diskusi itu, lahir komitmen untuk mengembangkan Sekolah Rakyat sekaligus program ekonomi produktif di wilayah yang memiliki sumber daya perairan cukup besar.

“Kami ingin memastikan seluruh sarana dan prasarana di lokasi yang akan dikunjungi sudah siap. Harapannya, kunjungan bapak Direktur bisa memberi dampak nyata bagi pemberdayaan komunitas adat kita,” ujar M Syukur, Selasa (27/1) kemarin.

Baca Juga :  Bupati Merangin M Syukur Jalin Dialog dengan Tokoh Suku Anak Dalam

Kemensos Tinjau Fasilitas Pendidikan Sekolah Rakyat

Rombongan Kemensos bersama Forkopimda Merangin dan sejumlah OPD nantinya akan meninjau fasilitas pendidikan yang di rencanakan sebagai Sekolah Rakyat, termasuk area Dam Betuk yang disiapkan untuk pengembangan keramba ikan.

Dalam forum tersebut, Pemkab Merangin secara khusus mengajukan program pemberdayaan bagi Suku Anak Dalam (SAD), kelompok masyarakat adat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan ekonomi.

Di hadapan Direktur PKAT Kemensos RI, I Ketut Supena, M Syukur mengusulkan agar 15 Temenggung SAD di fasilitasi usaha budidaya ikan sistem keramba di kawasan Dam Betuk sebagai sumber pendapatan jangka panjang.

Menurutnya, langkah ini menjadi strategi konkret untuk mengalihkan warga SAD dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kerap menimbulkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial.

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya sejumlah warga SAD sempat di manfaatkan oknum tertentu sebagai penjaga lokasi PETI. Melalui pendekatan langsung, pemerintah daerah berhasil mendorong mereka meninggalkan aktivitas ilegal tersebut.

Baca Juga :  Suku Anak Dalam Klarifikasi Isu Anak Mirip Kenzie yang Hilang

“Saya minta mereka keluar dari situ, dan akhirnya mereka keluar semua. Sekarang PETI di sana sebagian besar sudah tidak ada. Dam Betuk ini punya potensi besar untuk perikanan, makanya saya ingin 15 Temenggung itu punya perwakilan keramba di sana,” jelasnya.

Kawasan Dam Betuk sendiri di kenal memiliki aliran air stabil sepanjang tahun, sehingga di nilai ideal untuk pengembangan perikanan air tawar. Jika di kelola secara berkelanjutan, sektor ini berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi baru bagi komunitas adat setempat.

Program Sekolah Rakyat yang di siapkan Kemensos juga di harapkan mampu membuka akses pendidikan dasar hingga keterampilan hidup bagi anak-anak SAD, sehingga mereka tak lagi terjebak dalam lingkaran kemiskinan struktural.

Melalui skema pendampingan terpadu, Pemkab Merangin berharap Kemensos dapat hadir tidak hanya dalam bentuk bantuan awal, tetapi juga pembinaan berkelanjutan, mulai dari manajemen usaha, akses pasar, hingga penguatan kapasitas komunitas adat.(Tim)

Berita Terkait

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026
Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh
Pengawasan Lapas Jambi Diperketat Saat Lebaran, Kunjungan Diawasi Ketat
Rekayasa Lalu Lintas Malam Takbiran Kerinci 2026, Ini Rute Pengalihan Arus
BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat
Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan
Salat Idulfitri Muhammadiyah di Sungai Penuh Dipadati Ribuan Jamaah
Jadwal Penerbangan Bandara Depati Parbo Kerinci Lebaran 2026, Ada Extra Flight
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 08:00 WIB

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Sabtu, 21 Maret 2026 - 07:26 WIB

Wako Alfin Pimpin Patroli Takbiran, Jaga Keamanan Sungai Penuh

Jumat, 20 Maret 2026 - 14:00 WIB

Rekayasa Lalu Lintas Malam Takbiran Kerinci 2026, Ini Rute Pengalihan Arus

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:00 WIB

BMKG Prediksi Hujan di Jambi Hari Ini, Sejumlah Wilayah Berpotensi Lebat

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:00 WIB

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan

Berita Terbaru

Game

Kode Redeem FC Mobile 21 Maret 2026, Klaim Gems Gratis

Sabtu, 21 Mar 2026 - 10:00 WIB

Bisnis

Link DANA Kaget Lebaran 2026, Cara Klaim Saldo Gratis

Sabtu, 21 Mar 2026 - 09:00 WIB

Daerah

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 08:00 WIB