KLIKINAJA – Pemerintah daerah di Provinsi Jambi tengah menyiapkan langkah baru untuk memperkuat kualitas kepemimpinan sekolah menengah.
Melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, ratusan kepala sekolah negeri tingkat SMA dan SMK akan mengikuti tes kejiwaan yang di fokuskan pada kesehatan mental sekaligus kapasitas manajerial.
Program ini di rancang melalui kerja sama dengan RSJ Kolonel Muhammad Syukur Jambi. Pada tahap awal, sebanyak 289 kepala satuan pendidikan menjadi sasaran utama di seluruh kabupaten dan kota.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Muhammad Umar, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari gubernur dalam rapat internal pemerintah daerah. Kepala sekolah negeri di pilih sebagai fokus awal karena memegang peran strategis dalam tata kelola pendidikan menengah.
Ia menjelaskan bahwa tes psikologis tidak semata menilai kondisi mental, tetapi juga memotret kesiapan kepemimpinan, kemampuan mengambil keputusan, serta kecakapan mengelola dinamika sekolah.
“Langkah ini penting agar sekolah di kelola secara sehat, profesional, dan bebas dari praktik yang berpotensi merugikan siswa,” ujar Umar.
Pelaksanaan tes di rencanakan berlangsung pada pekan kedua Februari 2026 dengan skema bertahap agar seluruh peserta dapat terlayani optimal.
Skema Pembiayaan Masih di Kaji
Untuk pendanaan, pihak dinas tengah menelusuri peluang pemanfaatan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Program ini belum tercantum dalam anggaran dinas pendidikan tahun berjalan.
Umar menegaskan seluruh mekanisme pembiayaan akan di kaji secara cermat agar tetap sesuai regulasi keuangan pendidikan dan tidak menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.
Antisipasi Kasus Kekerasan di Lingkungan Sekolah
Langkah evaluasi kejiwaan ini juga menjadi respons atas sejumlah peristiwa pelanggaran disiplin dan kekerasan yang sempat mencuat di lingkungan pendidikan.
Melalui pemetaan kondisi psikologis pimpinan sekolah, Disdik berharap potensi konflik, tekanan kerja berlebihan, hingga pengambilan keputusan yang keliru bisa di cegah sejak awal.
Pendekatan ini di nilai sejalan dengan tren nasional yang mulai menempatkan kesehatan mental sebagai bagian penting dari kualitas layanan pendidikan.
Aturan Baru: Ponsel di Batasi Selama Jam Belajar
Sejalan dengan penguatan disiplin sekolah, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi juga menyiapkan surat edaran terkait pembatasan penggunaan telepon genggam oleh siswa.
Sekolah di minta menyediakan loker atau kotak penyimpanan khusus. Ponsel hanya boleh di gunakan saat pembelajaran berbasis daring atau ketika mendapat izin guru.
Kebijakan ini di arahkan untuk mengurangi distraksi belajar, mendorong interaksi langsung di kelas, sekaligus membangun budaya penggunaan teknologi yang lebih bertanggung jawab.
Menuju Sekolah yang Lebih Aman dan Sehat
Kombinasi evaluasi kejiwaan kepala sekolah dan pengendalian penggunaan gawai menjadi bagian dari strategi besar Pemprov Jambi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan produktif.
Pemerintah berharap langkah ini mampu memperkuat kualitas kepemimpinan sekolah, menekan potensi pelanggaran, serta menghadirkan suasana belajar yang lebih kondusif bagi siswa.(Tim)









