BMKG Prediksi Hujan Lebat Awal Ramadan, Ini Daftar Wilayah Terdampak

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA- Memasuki pekan ketiga Februari, cuaca di sejumlah daerah diperkirakan masih di dominasi hujan berintensitas tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan potensi hujan lebat hingga sangat lebat terjadi pada periode 17–23 Februari, bertepatan dengan awal Ramadan.

Prakiraan tersebut di rilis dalam Prospek Cuaca Mingguan. BMKG menyebut, aktivitas Monsun Asia masih kuat dan terus menyuplai massa udara basah ke wilayah Indonesia. Aliran uap air yang melimpah ini memicu pembentukan awan hujan secara luas di berbagai daerah.

Dinamika Atmosfer Masih Aktif

Dalam laporannya, BMKG menggambarkan adanya Indeks Surge yang tetap signifikan dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini ikut memperkuat pertumbuhan awan hujan. Pada saat yang sama, terpantau sirkulasi siklonik di sejumlah titik, mulai dari Samudera Hindia barat daya Lampung, barat Aceh, perairan barat Kalimantan Barat, hingga Samudera Pasifik utara Papua.

Kelembapan udara yang tinggi membuat atmosfer semakin labil. Situasi tersebut membuka peluang hujan turun dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, terutama pada siang hingga malam hari.

Dari sisi global, nilai Southern Oscillation Index (SOI) dan Niño 3.4 menunjukkan fase La Niña lemah. Pola ini umumnya meningkatkan pembentukan awan hujan di Indonesia, terutama kawasan timur. Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) juga masih berada di fase Samudra Hindia dan berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Tanah Air.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem di Kerinci, Wabup Murison Minta Warga Waspada

Gelombang atmosfer seperti Kelvin, Rossby Ekuator, dan Low Frequency pun terpantau aktif di sejumlah perairan barat Sumatra, selatan Jawa, Selat Malaka, Laut Natuna, hingga Kalimantan dan utara Papua. Kombinasi faktor-faktor ini mempertegas potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari mendatang.

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pada 17–19 Februari, hujan lebat hingga sangat lebat di prakirakan mengguyur Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Angin kencang berpeluang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, sebagian besar wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, serta Papua Selatan.

Memasuki 20–23 Februari, hujan lebat di perkirakan lebih terkonsentrasi di Jawa Timur, Bali, dan Papua Pegunungan. Sementara potensi angin kencang meluas ke Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Maluku bagian tenggara.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Bolaang Mongondow Timur, Tidak Berpotensi Tsunami

Warga Diminta Siaga Jelang Ramadan

BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak hidrometeorologi. Hujan deras yang berlangsung dalam durasi panjang dapat memicu banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi laut akibat gelombang tinggi.

Bagi warga yang bersiap menyambut Ramadan, terutama yang berencana bepergian atau menggelar aktivitas luar ruangan, memantau pembaruan cuaca menjadi langkah yang bijak. Informasi resmi dapat di akses melalui kanal digital BMKG maupun aplikasi cuaca yang terverifikasi.

Secara klimatologis, Februari memang masih berada dalam puncak musim hujan di banyak wilayah Indonesia. Dengan pola La Niña lemah dan monsun yang aktif, peluang hujan ekstrem cenderung meningkat. Pemerintah daerah biasanya juga telah menyiapkan langkah mitigasi, seperti pembersihan drainase dan pemetaan daerah rawan banjir.

Kesiapan individu tetap memegang peran penting. Memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat, menunda aktivitas di daerah rawan longsor saat hujan deras, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar ketika angin kencang dapat mengurangi risiko yang tidak di inginkan.(Tim)

Berita Terkait

Awal Puasa Ditetapkan 19 Februari 2026, Pemerintah Resmi Umumkan Hasil Sidang Isbat
BKN Resmi Terapkan ASN Digital 2026, Ini Cara Aktivasi dan Reset Password
BKN Tegaskan Kontrak PPPK Ditentukan Kinerja, Bukan Anggaran
Kemenag Usulkan 630 Ribu Formasi Guru PPPK, Guru Swasta Punya Peluang Besar Jadi ASN
PPPK Paruh Waktu Akan Dihapus? Ini Penjelasan Revisi UU ASN 2026
Mutasi ASN Nasional Wajib Berlaku 2026, Pemerataan SDM Jadi Fokus Utama Reformasi
Natanael Wiraatmaja, Siswa SD Bandung Raih 18 Medali dan Diundang NASA
Wamen PPPA Ingatkan Bahaya Rentenir dan Koperasi Bermasalah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:00 WIB

BMKG Prediksi Hujan Lebat Awal Ramadan, Ini Daftar Wilayah Terdampak

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:12 WIB

Awal Puasa Ditetapkan 19 Februari 2026, Pemerintah Resmi Umumkan Hasil Sidang Isbat

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:00 WIB

BKN Resmi Terapkan ASN Digital 2026, Ini Cara Aktivasi dan Reset Password

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:00 WIB

BKN Tegaskan Kontrak PPPK Ditentukan Kinerja, Bukan Anggaran

Senin, 16 Februari 2026 - 19:00 WIB

Kemenag Usulkan 630 Ribu Formasi Guru PPPK, Guru Swasta Punya Peluang Besar Jadi ASN

Berita Terbaru