KLIKINAJA- Memasuki pekan ketiga Februari, cuaca di sejumlah daerah diperkirakan masih di dominasi hujan berintensitas tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan potensi hujan lebat hingga sangat lebat terjadi pada periode 17–23 Februari, bertepatan dengan awal Ramadan.
Prakiraan tersebut di rilis dalam Prospek Cuaca Mingguan. BMKG menyebut, aktivitas Monsun Asia masih kuat dan terus menyuplai massa udara basah ke wilayah Indonesia. Aliran uap air yang melimpah ini memicu pembentukan awan hujan secara luas di berbagai daerah.
Dinamika Atmosfer Masih Aktif
Dalam laporannya, BMKG menggambarkan adanya Indeks Surge yang tetap signifikan dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini ikut memperkuat pertumbuhan awan hujan. Pada saat yang sama, terpantau sirkulasi siklonik di sejumlah titik, mulai dari Samudera Hindia barat daya Lampung, barat Aceh, perairan barat Kalimantan Barat, hingga Samudera Pasifik utara Papua.
Kelembapan udara yang tinggi membuat atmosfer semakin labil. Situasi tersebut membuka peluang hujan turun dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, terutama pada siang hingga malam hari.
Dari sisi global, nilai Southern Oscillation Index (SOI) dan Niño 3.4 menunjukkan fase La Niña lemah. Pola ini umumnya meningkatkan pembentukan awan hujan di Indonesia, terutama kawasan timur. Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) juga masih berada di fase Samudra Hindia dan berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Tanah Air.
Gelombang atmosfer seperti Kelvin, Rossby Ekuator, dan Low Frequency pun terpantau aktif di sejumlah perairan barat Sumatra, selatan Jawa, Selat Malaka, Laut Natuna, hingga Kalimantan dan utara Papua. Kombinasi faktor-faktor ini mempertegas potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari mendatang.
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Pada 17–19 Februari, hujan lebat hingga sangat lebat di prakirakan mengguyur Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Angin kencang berpeluang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, sebagian besar wilayah Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, serta Papua Selatan.
Memasuki 20–23 Februari, hujan lebat di perkirakan lebih terkonsentrasi di Jawa Timur, Bali, dan Papua Pegunungan. Sementara potensi angin kencang meluas ke Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Maluku bagian tenggara.
Warga Diminta Siaga Jelang Ramadan
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak hidrometeorologi. Hujan deras yang berlangsung dalam durasi panjang dapat memicu banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi laut akibat gelombang tinggi.
Bagi warga yang bersiap menyambut Ramadan, terutama yang berencana bepergian atau menggelar aktivitas luar ruangan, memantau pembaruan cuaca menjadi langkah yang bijak. Informasi resmi dapat di akses melalui kanal digital BMKG maupun aplikasi cuaca yang terverifikasi.
Secara klimatologis, Februari memang masih berada dalam puncak musim hujan di banyak wilayah Indonesia. Dengan pola La Niña lemah dan monsun yang aktif, peluang hujan ekstrem cenderung meningkat. Pemerintah daerah biasanya juga telah menyiapkan langkah mitigasi, seperti pembersihan drainase dan pemetaan daerah rawan banjir.
Kesiapan individu tetap memegang peran penting. Memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat, menunda aktivitas di daerah rawan longsor saat hujan deras, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar ketika angin kencang dapat mengurangi risiko yang tidak di inginkan.(Tim)









