BNI Hentikan Phone Banking per Desember 2025, Nasabah Wajib Migrasi Digital

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mobile Banking BNI.

Ilustrasi Mobile Banking BNI.

KLIKINAJA – Melalui pengumuman di situs resminya, BNI menegaskan bahwa layanan Phone Banking tidak lagi bisa di gunakan setelah tanggal 15 Desember 2025. Nasabah yang belum memindahkan aktivitas transaksinya ke platform digital di minta segera melakukan peralihan.

Jika tidak melakukan migrasi, permintaan transaksi via Phone Banking tidak akan di proses.

Seiring penghentian layanan itu, BNI juga mengingatkan nasabah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan. Perseroan menegaskan tidak pernah meminta informasi sensitif seperti OTP, PIN, CVC, User ID, maupun kata sandi dalam kondisi apa pun.

Dari sisi kinerja keuangan, hingga kuartal III/2025 BNI secara konsolidasi mencatat laba bersih sebesar Rp15,12 triliun.

Baca Juga :  Terkait Rencana Relokasi ke Kincai Plaza, Walikota Sungai Penuh Sharing Bersama Pedagang Pasar Beringin Jaya

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan, penguatan kualitas portofolio kredit serta pengelolaan pendanaan yang disiplin membuat BNI tetap solid di tengah di namika pasar.

Kinerja permodalan BNI juga terjaga kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 21,1 persen dan Tier-1 Capital yang solid. Likuiditas berada pada level aman, tercermin dari LDR 86,9 persen, LCR 167,4 persen, serta NSFR 142,1 persen.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL gross) tercatat sekitar 2,0 persen, sementara Loan at Risk (LAR) membaik ke level 10,4 persen. Total kredit yang disalurkan BNI tumbuh 10,5 persen secara tahunan menjadi Rp812,2 triliun, dengan pertumbuhan merata di segmen korporasi, menengah, dan UMKM.

Baca Juga :  17 Paket Barang Haram Diamankan Satresnarkoba Polres Kerinci, Dua Pemuda Terjerat Kasus Narkotika

Direktur Finance dan Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menilai pertumbuhan yang seimbang tersebut mencerminkan efektivitas strategi pembiayaan perseroan dalam menjaga kualitas aset sekaligus mendorong sektor produktif.

Untuk memperkuat ketahanan keuangan, BNI juga membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) secara disiplin. Hingga akhir kuartal III/2025, CKPN tercatat Rp34,7 triliun dengan NPL coverage ratio mencapai 222,7 persen.

Sementara dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI tumbuh 21,4 persen menjadi Rp934,3 triliun. Dana murah atau CASA meningkat 13,3 persen secara tahunan menjadi Rp613,4 triliun, memperkuat struktur pendanaan perseroan.(Tim)

Berita Terkait

BSU Rp600 Ribu Februari 2026 Mulai Cair, Ini Panduan Lengkapnya
Perkara Hogi Minaya Dihentikan, Kisah Kejar Jambret Berakhir Lega
Daftar BPJS Kesehatan Kini Bisa Online, Ini Panduan Lengkapnya
Kejagung Amankan Dua Kajari, Dugaan Konflik Kepentingan Menguat
Sejak 2010 hingga 2026, Jejak Waktu Danau-Danau di Indonesia yang Pernah Surut
Langit Suram Sepekan ke Depan? BMKG Prediksi Awan Tebal dan Hujan
Update Nomor WhatsApp Pengaduan IndiHome 2026, Ini Jalurnya
Cuaca Ekstrem, Longsor dan Banjir Meluas di Sejumlah Daerah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:00 WIB

BSU Rp600 Ribu Februari 2026 Mulai Cair, Ini Panduan Lengkapnya

Minggu, 1 Februari 2026 - 01:00 WIB

Perkara Hogi Minaya Dihentikan, Kisah Kejar Jambret Berakhir Lega

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:00 WIB

Daftar BPJS Kesehatan Kini Bisa Online, Ini Panduan Lengkapnya

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:00 WIB

Kejagung Amankan Dua Kajari, Dugaan Konflik Kepentingan Menguat

Senin, 26 Januari 2026 - 14:00 WIB

Sejak 2010 hingga 2026, Jejak Waktu Danau-Danau di Indonesia yang Pernah Surut

Berita Terbaru