KLIKINAJA – Harapan warga berpenghasilan rendah di Kabupaten Merangin untuk memiliki rumah layak huni kembali menemukan jalannya. Pada tahun anggaran 2026, sebanyak 159 unit rumah dipastikan menerima Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya (BSPS), program bedah rumah yang di gulirkan pemerintah pusat.
Kepastian itu disampaikan Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, saat menghadiri peresmian selesainya pembangunan BSPS di Desa Tanah Abang, Kecamatan Pemenang. Di hadapan warga, ia menegaskan bahwa BSPS merupakan program nasional yang realisasinya di Merangin berjalan melalui jalur aspirasi anggota DPR RI, Edi Purwanto.
Khafidh tidak menutup fakta bahwa kemampuan fiskal daerah masih sangat terbatas. Kebutuhan bedah rumah di Merangin, kata dia, jauh melampaui kapasitas anggaran yang bisa di topang APBD setiap tahunnya.
“Tahun 2026 ini, APBD Merangin hanya mampu mengalokasikan bantuan untuk 10 unit rumah. Alhamdulillah, melalui perjuangan Pak Edi Purwanto di Komisi V DPR RI, Kabupaten Merangin mendapat tambahan signifikan sebanyak 159 unit,” ujar Khafidh, Senin (9/2) kemarin.
Ia merinci, dari total bantuan tersebut, 21 unit rumah berada di Desa Tanah Abang, dengan nilai bantuan Rp20 juta per unit. Sementara rumah lainnya tersebar di sejumlah desa dan kecamatan lain, menyasar warga yang selama ini tinggal di hunian tidak layak.
Gotong Royong Jadi Ruh Program Bedah Rumah
Di sisi lain, Edi Purwanto menegaskan bahwa BSPS tidak di rancang sebagai bantuan instan yang sepenuhnya bergantung pada negara. Program ini justru di bangun dengan semangat pemberdayaan dan gotong royong warga.
“Jika ada warga yang rumahnya layak di bedah tapi tidak punya dana pendamping, di sinilah semangat gotong royong harus muncul. Yang mampu bisa menyumbang semen atau besi. Intinya, negara ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di rumah bocor atau tidak layak huni,” ungkap Edi.
Menurutnya, pendekatan tersebut terbukti efektif di banyak daerah karena melibatkan partisipasi sosial masyarakat sekitar. Negara hadir sebagai pemantik, sementara warga saling menguatkan agar rumah layak huni benar-benar terwujud.
Ke depan, Edi juga membuka peluang peningkatan skala program. Ia menyebut tengah mendorong agar kuota BSPS pada tahun berikutnya bisa di naikkan secara signifikan, dengan target sekitar 2.000 unit rumah untuk wilayah-wilayah yang tingkat kebutuhan hunian layaknya masih tinggi.
Dorongan ini, kata dia, sejalan dengan komitmen pemerintah pusat dalam menekan angka rumah tidak layak huni, sekaligus menjaga martabat masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat tinggal di rumah yang aman dan manusiawi.(Tim)









