KLIKINAJA, JAMBI – Akses informasi Dana Desa di Provinsi Jambi kini semakin terbuka. Masyarakat tidak lagi harus datang ke kantor desa hanya untuk mengetahui besaran anggaran atau realisasi kegiatan. Lewat sistem digital yang di siapkan pemerintah, data Dana Desa dapat di pantau secara online, langsung dari ponsel atau komputer di rumah.
Dana Desa merupakan anggaran yang bersumber dari APBN dan di salurkan pemerintah pusat ke seluruh desa di Indonesia. Tujuannya jelas, yakni mendorong pembangunan desa, memperkuat ekonomi lokal, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Di Jambi, setiap desa menerima alokasi berbeda yang di hitung berdasarkan jumlah penduduk, tingkat kemiskinan, luas wilayah, hingga kondisi geografis.
Akses informasi Dana Desa secara daring tersedia melalui portal resmi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta laman yang terintegrasi dengan pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Jambi. Melalui platform tersebut, warga bisa melihat data alokasi Dana Desa per tahun anggaran hingga laporan penyaluran setiap tahap.
Untuk mengeceknya, masyarakat cukup membuka situs resmi Kemendesa atau portal informasi Dana Desa. Setelah itu, pilih menu data atau transparansi anggaran, lalu masukkan nama provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa.
Sistem akan menampilkan rincian anggaran, mulai dari total Dana Desa, jadwal pencairan, hingga jenis kegiatan yang di biayai.
Seiring perkembangan teknologi, banyak desa di Jambi juga mulai aktif mengelola website resmi dan akun media sosial. Informasi seperti APBDes, laporan realisasi anggaran, hingga dokumentasi pembangunan kerap di publikasikan secara terbuka.
Pola ini membuat warga lebih mudah memantau proyek desa, sekaligus menilai kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan.
Bagi desa yang belum memiliki kanal digital aktif, masyarakat tetap memiliki hak memperoleh informasi. Papan pengumuman desa, musyawarah desa, hingga permintaan langsung kepada perangkat desa masih menjadi jalur resmi yang di lindungi undang-undang keterbukaan informasi publik.
Keterlibatan warga di nilai berperan besar dalam menjaga Dana Desa tetap berada di jalur yang benar. Saat masyarakat memahami data anggaran, pengawasan tidak lagi hanya bertumpu pada aparat pengawas, tetapi juga berjalan secara sosial. Proyek infrastruktur, program ketahanan pangan, hingga bantuan sosial bisa di pantau bersama.
Di tingkat daerah, pemerintah mendorong desa agar semakin terbuka memanfaatkan teknologi informasi. Transparansi di nilai mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mendorong tata kelola desa yang lebih akuntabel.
Kini, warga Jambi memiliki ruang lebih luas untuk mengetahui ke mana Dana Desa di gunakan. Dengan akses online yang kian mudah, pengawasan anggaran desa tidak lagi terbatas oleh jarak dan waktu.(Tim)









