Dampak Kerusakan Lingkungan: Kerinci dan Sungaipenuh Harus Belajar dari Tragedi Banjir Sumatera

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengalihan fungsi lahan di Kaki Gunung Kerinci.

Pengalihan fungsi lahan di Kaki Gunung Kerinci.

KLIKINAJA, KERINCI – Banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera beberapa pekan lalu kembali menyoroti kerusakan ekologis yang semakin luas. Aktivitas pembukaan lahan, perluasan permukiman, dan alih fungsi hutan dinilai menjadi faktor utama meningkatnya potensi bencana di wilayah tersebut.

Pemerhati lingkungan sekaligus Manajer Biodiversity and Wildlife Perkumpulan Wahana Mitra Mandiri, Chua Josse, menyebut tekanan terhadap ekosistem hulu kini juga mengancam Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Ia menilai perubahan tutupan lahan di dataran tinggi perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah.

“Kawasan Kayu Aro dan Siulak yang menjadi hulu aliran air Kerinci dan Sungai Penuh mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Lereng Gunung Kerinci yang sebelumnya ditutupi hutan sekunder dan primer kini semakin banyak dialihkan menjadi lahan pertanian masyarakat,” ujar Josse.

Baca Juga :  Kerinci Percepat Penguatan Sektor Pangan untuk Capai Target Swasembada Benih 2026

Menurut Josse, meski tidak sebesar alih fungsi lahan di Sumatera Utara maupun Sumatera Barat yang didorong ekspansi perkebunan skala besar, perubahan di Kerinci tetap memiliki dampak ekologis yang nyata. Ia menjelaskan bahwa hilangnya vegetasi alami membuat tanah kehilangan kemampuan menyerap air sehingga meningkatkan limpasan di permukaan.

“Alih fungsi lahan untuk pertanian sekalipun tetap memberi tekanan pada daerah tangkapan air. Saat curah hujan tinggi, tanah tidak lagi mampu menyerap air secara maksimal,” jelasnya.

Josse juga mengungkapkan bahwa perubahan penggunaan lahan tidak hanya terjadi di luar kawasan hutan negara seperti Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan kawasan Hutan Produksi (HP), tetapi juga merambah ke wilayah perkebunan masyarakat. Kondisi ini, kata dia, menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam menata kembali pengelolaan ruang.

Baca Juga :  Pendakian Gunung Kerinci Dibuka Lagi, Tetap Waspada Radius 3 Km

Ia menegaskan perlunya sosialisasi yang lebih intens kepada petani dan pekebun agar memahami risiko ekologis dari alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Menurutnya, edukasi mengenai praktik pertanian berkelanjutan penting diterapkan untuk menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan hulu.

“Jika tata ruang tidak diperbaiki dan pengawasan tidak diperketat, ancaman banjir dan longsor sangat mungkin terjadi di Kerinci maupun Sungai Penuh,” katanya.

Lebih jauh, Josse mendorong pemerintah daerah memperjelas batas kawasan hutan serta meningkatkan pengawasan di lapangan guna mencegah kerusakan lebih luas. Ia meyakini pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

Upaya mitigasi, tambahnya, harus melibatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya agar pemanfaatan lahan tetap sejalan dengan perlindungan ekosistem.(Dea)

Berita Terkait

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan
Jadwal Penerbangan Bandara Depati Parbo Kerinci Lebaran 2026, Ada Extra Flight
TPID Kerinci Sidak Harga Pangan di Pasar Jujun, Stok Dipastikan Aman
Layanan Kesehatan Lebaran 2026 di Kerinci Siaga Penuh 24 Jam
Pemkab Kerinci Aktifkan Satgas Sampah Jelang Lebaran 1447 H
Pemudik Diminta Waspada, Ini Jalur Rawan Longsor di Kerinci
DPRD Kerinci, Ingatkan Tarif Parkir di Objektif Wisata Kerinci Harus Sesuai Perda
Mobil Grand Max Masuk Jurang di Jalan Buntu Muara Emat, Diduga Bawa Pasokan MBG
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:00 WIB

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:08 WIB

Jadwal Penerbangan Bandara Depati Parbo Kerinci Lebaran 2026, Ada Extra Flight

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:00 WIB

TPID Kerinci Sidak Harga Pangan di Pasar Jujun, Stok Dipastikan Aman

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:00 WIB

Layanan Kesehatan Lebaran 2026 di Kerinci Siaga Penuh 24 Jam

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:00 WIB

Pemkab Kerinci Aktifkan Satgas Sampah Jelang Lebaran 1447 H

Berita Terbaru

Bisnis

Harga Emas Antam 21 Maret 2026 Stabil di Rp2,89 Juta

Sabtu, 21 Mar 2026 - 12:00 WIB

Game

Kode Redeem FC Mobile 21 Maret 2026, Klaim Gems Gratis

Sabtu, 21 Mar 2026 - 10:00 WIB

Bisnis

Link DANA Kaget Lebaran 2026, Cara Klaim Saldo Gratis

Sabtu, 21 Mar 2026 - 09:00 WIB

Daerah

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 08:00 WIB