KLIKINAJA – Gubernur Jambi Al Haris menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Ia menilai kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama agar daerah tidak tertinggal dalam arus persaingan global.
Pernyataan tersebut di sampaikannya saat membuka kegiatan Chromatic Anniversary of Netco’s 48th Milestone (CINEMA), rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-48 SMA Negeri 3 Kota Jambi, yang di gelar di lingkungan sekolah tersebut, belum lama ini.
“Pemerintah daerah terus berupaya menyiapkan generasi yang memiliki daya saing. Tantangan ke depan tidak ringan karena persaingan bukan hanya antar daerah, tetapi juga antar negara,” ujar Al Haris di hadapan para siswa dan tenaga pendidik.
Prestasi Akademik SMAN 3 Kota Jambi Jadi Sorotan
Dalam sambutannya, Al Haris memberikan apresiasi terhadap konsistensi SMA Negeri 3 Kota Jambi dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki prestasi akademik yang kuat.
Ia menyoroti hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang di raih sekolah tersebut. Dari 14 mata pelajaran yang di ujikan, sebanyak 12 bidang studi mencatatkan nilai di atas rata-rata nasional.
“Capaian ini menunjukkan bahwa pola pendidikan dan pembinaan yang di lakukan para guru berjalan dengan baik. Anak-anak kita sudah mampu bersaing di level nasional, bahkan ada yang di terima melanjutkan pendidikan ke luar negeri,” katanya.
Menurut Al Haris, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di daerah mampu mencetak lulusan yang memiliki standar tinggi dan membanggakan.
Pendidikan Berkualitas Jadi Fokus Nasional
Al Haris menjelaskan bahwa pemerintah pusat saat ini memberi perhatian serius pada peningkatan mutu pendidikan nasional. Berbagai program strategis di gulirkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, termasuk revitalisasi dan pembangunan ribuan sekolah di berbagai daerah.
Ia menilai langkah tersebut penting seiring posisi Indonesia yang mulai memasuki kategori negara maju, sehingga persaingan SDM semakin ketat dan terbuka.
“Ketika Indonesia masuk sebagai negara maju, maka kualitas SDM menjadi penentu. Daerah harus menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga siap berkompetisi secara global,” ungkapnya.
Ancaman Sosial Jadi Tanggung Jawab Bersama
Di akhir sambutannya, Al Haris mengingatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari ketahanan karakter generasi muda terhadap berbagai ancaman sosial.
Ia menyinggung tiga isu utama yang perlu di waspadai bersama, yakni penyalahgunaan narkoba, maraknya judi online, serta penyebaran paham radikalisme yang menyasar anak-anak melalui media sosial.
“Kita boleh bangga dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi, tetapi jangan lengah. Ada ancaman serius yang bisa merusak pola pikir dan karakter anak-anak jika tidak kita awasi bersama,” pungkasnya.(Tim)









