KLIKINAJA, JAKARTA – Peta persaingan mobil listrik nasional di pastikan makin padat pada 2026. Salah satu penantang baru datang dari Honri lewat model Boma, kendaraan listrik bergaya MPV mungil yang di siapkan untuk konsumen Indonesia dengan banderol ramah kantong.
Sejak kemunculan perdananya di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, Honri Boma langsung memancing rasa penasaran. Wujudnya berbeda dari city car listrik kebanyakan, dengan siluet kotak, wajah tegas, serta sentuhan desain yang mengingatkan pada MPV premium, namun dalam ukuran yang lebih ringkas dan fungsional untuk kota besar.
MPV Mini untuk Kebutuhan Kota
Boma di rancang mengisi ceruk yang selama ini jarang disentuh mobil listrik: kendaraan keluarga kecil yang praktis. Di mensinya relatif kompak – panjang sekitar 3.517 mm, lebar 1.495 mm, dan tinggi 1.660 mm – membuatnya lincah bermanuver di jalanan padat sekaligus tetap menawarkan kabin lega.
Gaya eksterior futuristik berpadu dengan tata ruang empat penumpang yang cukup nyaman untuk aktivitas harian. Konsep ini menyasar pengguna urban yang membutuhkan kendaraan hemat energi, mudah di parkir, namun tetap memiliki karakter MPV.
Spesifikasi Sederhana, Harga Jadi Senjata
Di balik kapnya, Honri Boma mengandalkan motor listrik bertenaga sekitar 40 hp (30 kW) dengan torsi puncak 84 Nm. Untuk suplai daya, tersedia dua opsi baterai – mulai 11,9 kWh hingga 18,5 kWh – yang di klaim sanggup menempuh jarak 130 hingga 200 kilometer dalam sekali pengisian, cukup untuk rutinitas harian dalam kota.
Kecepatan puncaknya berada di kisaran 100 km/jam. Sementara proses pengisian baterai menggunakan sistem standar AC yang memerlukan waktu beberapa jam hingga penuh, menyesuaikan pola penggunaan rumahan.
Fitur Fungsional untuk Segmen Entry-Level
Meski menyasar kelas pemula, Honri tetap membekali Boma dengan fitur esensial. Di dalam kabin tersedia layar sentuh infotainment, konektivitas Bluetooth, port USB, serta sistem pendingin udara. Untuk keselamatan, beberapa varian dilaporkan membawa fitur dasar seperti ABS, sensor parkir, dan airbag.
Pendekatan ini menunjukkan fokus pabrikan pada keseimbangan antara fungsi dan efisiensi biaya, tanpa mengejar fitur berlebih yang bisa mendongkrak harga.
Harga di Bawah Rp200 Juta, Tantang LCGC
Daya tarik utama Honri Boma terletak pada harga. Mobil listrik ini di proyeksikan meluncur dengan banderol sekitar Rp199 juta on the road. Angka tersebut menempatkannya sejajar – bahkan menekan harga mobil konvensional segmen Low Cost Green Car (LCGC).
Dengan skema tersebut, Boma bakal berhadapan langsung dengan mobil listrik murah lain seperti Wuling Air EV, Seres E1, hingga VinFast VF 3. Persaingan di kelas EV terjangkau pun di prediksi semakin ketat.
Sinyal Produksi Lokal dan Arah Pasar
Tak berhenti pada impor, pihak pabrikan juga memberi sinyal rencana perakitan lokal di Indonesia. Jika terealisasi, langkah ini berpotensi menurunkan biaya produksi sekaligus memperkuat posisi Honri di pasar nasional.
Di tengah dorongan pemerintah terhadap kendaraan nol emisi mulai dari insentif pajak hingga kemudahan regulasi kehadiran Boma menjadi bagian dari gelombang baru elektrifikasi otomotif Indonesia.(Tim)









