Heboh Pelajar SMP Ketapang Beli Sabu Palsu, Ternyata Tepung

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Sebuah video penggerebekan di Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mendadak viral dan memantik perbincangan luas di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan momen ketika warga memergoki empat pelajar SMP berada di dalam ruang kelas saat sekolah dalam kondisi sepi, di luar jam belajar.

Kecurigaan warga bermula dari aktivitas sejumlah remaja yang terlihat keluar-masuk ruang kelas pada waktu yang tidak biasa. Saat pintu di buka, empat siswa kelas IX ditemukan tengah berkumpul. Di atas meja, terlihat alat hisap rakitan, pipet, plastik klip kecil, hingga korek api barang yang kerap di kaitkan dengan penyalahgunaan narkotika.

Situasi tersebut membuat warga menduga para pelajar sedang mengonsumsi sabu. Video penggerebekan itu pun cepat menyebar dan menuai reaksi keras publik yang prihatin terhadap pergaulan remaja usia sekolah.

Keempat siswa lalu di amankan ke Polsek Sungai Laur sebelum di limpahkan ke Satresnarkoba Polres Ketapang untuk pemeriksaan lanjutan. Mereka juga di bawa ke RS Agusdjam guna menjalani tes urine.

Tes Urine Negatif, Fakta Berubah Arah

Hasil pemeriksaan medis justru membalik dugaan awal. Kasat Narkoba Polres Ketapang, IPTU Dewa Made Surita, menyatakan bahwa keempat pelajar tersebut tidak terbukti mengonsumsi narkotika.

Baca Juga :  29 Pejabat Eselon II di Lingkup Pemkot Sungai Penuh Ikuti Job Fit

Ia menjelaskan, hasil tes urine menunjukkan tidak ada kandungan zat terlarang dalam tubuh para siswa. Artinya, secara medis mereka di nyatakan negatif.

Penyelidikan kemudian mengarah pada serbuk putih yang sempat di duga sabu. Setelah di periksa, benda tersebut bukan narkotika, melainkan tepung biasa. Para pelajar di duga membeli barang itu dengan keyakinan bahwa itu sabu, namun ternyata mereka tertipu.

“Barang yang mereka beli bukan narkotika. Dari hasil pemeriksaan, itu hanya tepung. Anak-anak ini di duga menjadi korban penipuan,” ujar IPTU Dewa Made Surita dalam keterangannya.

Tetap Dibina, Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan

Karena tidak terbukti mengonsumsi narkotika, proses hukum pidana tidak dapat di lanjutkan. Meski begitu, kepolisian tetap mengambil langkah pembinaan sebagai bentuk pencegahan.

Keempat siswa di kembalikan kepada orang tua masing-masing dan di wajibkan menjalani wajib lapor secara berkala. Langkah ini di ambil agar pengawasan terhadap mereka tetap berjalan dan kejadian serupa tidak terulang.

IPTU Dewa Made Surita menegaskan bahwa kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak, terutama keluarga dan sekolah. Menurutnya, pengawasan terhadap aktivitas remaja harus di perkuat, mengingat rasa ingin tahu di usia tersebut sering kali membawa mereka pada keputusan yang berisiko.

Baca Juga :  34 Masjid Jadi Percontohan Program Ekonomi Umat Kemenag

Peristiwa ini juga menunjukkan sisi lain dari peredaran narkotika di tingkat bawah. Bukan hanya ancaman penggunaan zat terlarang, tetapi juga praktik penipuan yang menyasar remaja yang belum matang secara emosional dan finansial. Dalam beberapa kasus, anak-anak mudah terpengaruh ajakan teman sebaya tanpa memahami konsekuensi hukum maupun dampak kesehatannya.

Lingkungan sekolah dan keluarga memiliki peran sentral dalam membangun ketahanan diri remaja. Edukasi tentang bahaya narkoba perlu di lakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar saat ada kasus viral. Pendekatan dialogis, bukan hanya larangan, di nilai lebih efektif untuk membantu anak memahami risiko sekaligus membangun kepercayaan.

Kasus di Sungai Laur ini menjadi gambaran bahwa kepanikan publik tidak selalu sejalan dengan fakta di lapangan. Namun di balik itu, ada pesan penting tentang pentingnya literasi hukum, pengawasan, serta komunikasi terbuka antara orang tua dan anak.(Tim)

Berita Terkait

Wawako Sungai Penuh Minta ASN Jaga Kinerja Saat Ramadhan
Bupati Kerinci Lantik Pejabat Baru RSU Bukit Kerman dan RSUD Kerinci, Ini Daftar Namanya
Bungo Resmi Luncurkan Program Keluarga Unggul, 30 UMKM dan Guru Ngaji Dapat Dukungan
Sore Ini, Pemkab Kerinci Lantik Pejabat Baru, Struktur RSUD Tipe C Diperkuat
Stok Minyak Kita di Batang Hari Terbatas, Pedagang Keluhkan Syarat Bulog
Geledah Dugaan Korupsi Anggaran, Kejaksaan Tinggi Jambi Sasar Kantor DPRD Kabupaten Merangin
Wako Sungai Penuh Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Ramadhan 2026
Wabup Muaro Jambi Tekankan Pengelolaan Wakaf Profesional dan Transparan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:00 WIB

Wawako Sungai Penuh Minta ASN Jaga Kinerja Saat Ramadhan

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:00 WIB

Bungo Resmi Luncurkan Program Keluarga Unggul, 30 UMKM dan Guru Ngaji Dapat Dukungan

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:23 WIB

Sore Ini, Pemkab Kerinci Lantik Pejabat Baru, Struktur RSUD Tipe C Diperkuat

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:00 WIB

Stok Minyak Kita di Batang Hari Terbatas, Pedagang Keluhkan Syarat Bulog

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:00 WIB

Geledah Dugaan Korupsi Anggaran, Kejaksaan Tinggi Jambi Sasar Kantor DPRD Kabupaten Merangin

Berita Terbaru

Daerah

Wawako Sungai Penuh Minta ASN Jaga Kinerja Saat Ramadhan

Jumat, 13 Feb 2026 - 20:00 WIB