KLIKINAJA – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) bergerak lebih awal menjelang Ramadan 1447 H/2026 M. Fokus utama mereka jelas: memastikan stok LPG 3 kilogram tetap aman ketika kebutuhan rumah tangga melonjak, terutama mendekati Idul Fitri.
Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pengawasan distribusi gas subsidi kini di perketat. Sebanyak 182 pangkalan di 11 kecamatan masuk dalam pemantauan rutin. Pemerintah daerah ingin memastikan alur pasokan dari agen ke pangkalan berjalan lancar dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjabtim, Zulfaisyal, melalui Kepala Bidang Perdagangan Afrinaldi, menyampaikan bahwa langkah pengawasan tersebut berjalan beriringan dengan pengajuan operasi pasar kepada Pertamina. Pemerintah daerah menilai upaya tambahan perlu di siapkan sebelum lonjakan konsumsi terjadi.
Operasi Pasar Dua Tahap untuk Jaga Pasokan
Pemkab Tanjabtim mengusulkan operasi pasar (OP) LPG 3 kilogram dalam dua gelombang. Tahap pertama di rencanakan pada awal Ramadan, sementara tahap kedua di gelar menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Empat agen resmi LPG di wilayah Tanjabtim akan di libatkan. Seluruh kecamatan menjadi sasaran distribusi agar tidak terjadi ketimpangan pasokan antarwilayah.
Afrinaldi menjelaskan, setiap kecamatan akan memperoleh tambahan 561 tabung LPG 3 kilogram melalui skema operasi pasar. Jumlah itu berada di luar distribusi reguler yang selama ini di kirim agen ke pangkalan.
“Operasi pasar ini di harapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya pada momentum meningkatnya konsumsi gas selama Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.
Skema tersebut di rancang untuk menjaga ketersediaan sekaligus meredam potensi lonjakan harga di tingkat pengecer. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan permintaan LPG melonjak signifikan selama bulan puasa karena intensitas memasak di rumah meningkat.
Kuota Berkurang, Pemkab Perketat Pengawasan
Langkah antisipasi ini juga di picu penurunan alokasi LPG 3 kilogram dari pemerintah pusat. Jika sebelumnya Tanjabtim menerima 6.580 metrik ton, kini jumlahnya menyusut menjadi 6.341 metrik ton.
Selisih tersebut membuat pemerintah daerah harus lebih cermat mengatur distribusi. Tanpa pengawasan ketat, potensi kelangkaan dapat muncul di beberapa titik, terutama di wilayah dengan akses distribusi terbatas.
Pemkab Tanjabtim berharap Pertamina menyetujui usulan operasi pasar agar rencana penambahan pasokan bisa segera di realisasikan. Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk membeli LPG sesuai kebutuhan dan aturan yang berlaku.
“Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar membeli LPG sesuai ketentuan dan tidak melakukan penimbunan, demi menjaga kelancaran distribusi gas subsidi di seluruh wilayah Tanjabtim,” imbaunya.
Kebijakan pengawasan dan operasi pasar ini menjadi langkah preventif agar subsidi energi benar-benar di nikmati masyarakat yang berhak. Stabilitas distribusi bukan hanya soal ketersediaan barang, tetapi juga menjaga daya beli dan ketenangan warga selama menjalankan ibadah Ramadan.(Tim)









