Dugaan Pungli Pendidikan Kerinci Mencuat Lagi, Guru Merasa Tertekan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KLIKINANJA, KERINCI – Dugaan pungutan liar di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci kembali menjadi sorotan. Sejumlah guru melaporkan bahwa mereka diminta menyerahkan uang ratusan ribu rupiah oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dengan alasan pengurusan berbagai administrasi ke dinas.

Keluhan itu menguat setelah para pendidik menyebut tarif pungutan berada di kisaran Rp300 ribu sampai Rp400 ribu per orang. Tidak ada penjelasan resmi terkait dasar penarikan dana tersebut, sementara sebagian guru mengaku merasa dipaksa untuk membayar demi kelancaran urusan mereka di dinas.

Guru Mengaku Diminta Bayar Sebelum Sertifikasi Cair

Seorang guru yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa pungutan biasanya muncul menjelang proses pencairan sertifikasi, Tunjangan Profesi Guru (TPG), hingga administrasi dapodik. Ia menilai praktik itu sudah berlangsung menahun dan seakan menjadi kebiasaan yang tidak tertulis dalam sistem pendidikan Kerinci.

Baca Juga :  Plt Kadis Pendidikan Kerinci Bungkam Soal Dugaan Pungli Terhadap Guru

“Setiap tahun kami dimintai setoran untuk macam-macam urusan. Dari dapodik sampai sertifikasi. Bahkan kami diberi surat pernyataan bahwa tidak ada pungutan, padahal kenyataannya kami tetap diminta bayar,” ujarnya, Kamis (20/11).

Guru tersebut menambahkan bahwa setelah isu pungli ramai diperbincangkan publik, K3S diduga meminta para kepala sekolah membuat klarifikasi tertulis bahwa tidak ada pungutan. Ia menilai langkah itu sebagai upaya menutup informasi yang sebenarnya terjadi.

“Permintaan uang itu nyata, bukan isu,” katanya menegaskan.

Penandatanganan Surat ‘Tidak Ada Pungutan’ Dianggap Tekanan

Informasi lain menyebutkan, pada 23 November mendatang para guru kembali diminta menandatangani surat pernyataan bahwa pungutan tidak pernah terjadi. Diduga, penandatanganan itu akan dilakukan berbarengan dengan penyerahan uang setoran. Sejumlah pendidik menilai hal tersebut sebagai tekanan yang merendahkan integritas profesi serta menghalangi kesempatan melapor.

Baca Juga :  Guru Keluhkan Pungli, Bupati Monadi Dianggap Tutup Mata

Tidak hanya soal administrasi TPG, dugaan pungli juga disebut muncul dalam proses pengurusan SK Dirjen Sertifikasi. Para guru mengaku harus menyetor uang dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah melalui kepala sekolah atau pejabat tertentu setiap kali berkas diajukan ke dinas.

“Kami sudah seperti ATM berjalan. Setiap pengajuan sertifikasi ada setoran baru, biasanya dua kali setahun,” kata sumber lain.

Dengan jumlah guru bersertifikasi di Kerinci yang mencapai lebih dari 1.000 orang, potensi uang yang berputar dari pungutan administrasi TPG dan THR saja diperkirakan mencapai Rp300 juta–Rp400 juta per tahun. Angka itu belum termasuk pungutan lain pada tahapan administrasi pendidikan.

Hingga berita ini diterbitkan Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci belum memberikan tanggapan dan klarifikasi terkait berita viral ini.(Dea)

Berita Terkait

Debit Danau Kerinci Menyusut, DPRD Panggil PLTA untuk Klarifikasi
Permukaan Danau Kerinci Menyusut Tajam, Nelayan Terjepit dan DPRD Panggil PLTA
Layanan Kesehatan hingga KTP Masuk Desa Masgo Kerinci
Gangguan Air Bersih Siulak–Semurup, Pengurasan IPA Bukit Tengah Minggu 1 Februari 2026
Program Sambungan Air Murah Tirta Sakti Banjir Peminat di Kerinci
Uji Coba PLTA Kerinci Bikin Danau Menyusut, Ribuan Warga Kehilangan Nafkah
Uji Coba Turbin PLTA Kerinci Disorot, Danau Menyusut dan Ekosistem Terancam
Wabup Kerinci Murison Hadiri Musrenbang 2027 di Depati Tujuh, Warga Sampaikan Deretan Usulan Pembangunan
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:00 WIB

Debit Danau Kerinci Menyusut, DPRD Panggil PLTA untuk Klarifikasi

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:00 WIB

Permukaan Danau Kerinci Menyusut Tajam, Nelayan Terjepit dan DPRD Panggil PLTA

Minggu, 1 Februari 2026 - 17:10 WIB

Layanan Kesehatan hingga KTP Masuk Desa Masgo Kerinci

Minggu, 1 Februari 2026 - 06:00 WIB

Gangguan Air Bersih Siulak–Semurup, Pengurasan IPA Bukit Tengah Minggu 1 Februari 2026

Sabtu, 31 Januari 2026 - 23:00 WIB

Program Sambungan Air Murah Tirta Sakti Banjir Peminat di Kerinci

Berita Terbaru