KLIKINAJA – Ketersediaan bahan pokok di Provinsi Jambi di pastikan dalam kondisi mencukupi hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Pemerintah daerah bersama Perum Bulog Kanwil Jambi menyiapkan cadangan pangan strategis guna menghadapi peningkatan kebutuhan selama Ramadhan.
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Jambi, Ali Ahmad Najih Amsari, menyebut stok beras yang tersimpan saat ini mencapai sekitar 22 ribu ton. Jumlah tersebut di nilai cukup untuk menopang kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Tak hanya beras, minyak goreng tersedia hampir 500 ribu liter dan gula pasir sekitar 30 ton. Tepung terigu pun sudah di amankan di sejumlah gudang penyimpanan.
Ali menegaskan pihaknya fokus menjaga kecukupan pasokan hingga Lebaran. Ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok di pasaran.
“Cadangan yang kami miliki di rancang agar mampu memenuhi kebutuhan warga sampai Idul Fitri. Distribusi juga berjalan rutin,” ujar Ali, Selasa (17/2/2026).
Untuk memperkuat stok, Bulog turut menyerap gabah petani dari sejumlah sentra produksi seperti Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Kerinci. Realisasi penyerapan telah mendekati 400 ton dan di perkirakan terus bertambah dalam waktu dekat.
Penyerapan Gabah dan Stabilitas Harga
Langkah penyerapan gabah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan cadangan yang terus di perbarui, Bulog optimistis pasokan beras di Jambi relatif aman hingga enam bulan mendatang.
Ali menjelaskan, upaya menjaga stok berjalan beriringan dengan pengendalian harga di lapangan. Salah satu instrumennya melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang di gelar di berbagai kabupaten dan kota.
“Gerakan Pangan Murah bukan karena stok menipis, melainkan untuk memastikan harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” katanya.
Distribusi bahan pokok di lakukan setiap pekan ke berbagai wilayah. Skema ini di rancang agar tidak terjadi penumpukan di satu titik sekaligus menjaga kelancaran suplai hingga ke daerah.
Secara historis, kebutuhan pangan di Jambi cenderung meningkat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, terutama untuk komoditas beras, gula, dan minyak goreng. Lonjakan permintaan tersebut sering kali memicu kenaikan harga jika tidak di antisipasi sejak awal. Karena itu, penguatan stok dan distribusi menjadi langkah krusial untuk meredam gejolak pasar.
Kebijakan menjaga cadangan sekaligus menyerap hasil panen petani juga memberi dampak ganda. Di satu sisi, masyarakat mendapat kepastian pasokan dan harga yang lebih terkendali. Di sisi lain, petani memperoleh kepastian pasar sehingga roda ekonomi daerah tetap bergerak.
Dengan kombinasi cadangan yang memadai, penyerapan gabah lokal, serta operasi pasar terjadwal, pemerintah daerah optimistis kebutuhan pangan warga Jambi tetap terpenuhi sepanjang Ramadhan hingga setelah Idul Fitri.(Tim)









