KLIKINAJA – Banyak orang memilih pisang kuning karena dianggap matang sempurna, namun warna buah ini kerap cepat berubah menjadi cokelat setelah dibawa pulang. Sebuah supermarket di Korea Selatan kini menawarkan solusi unik agar pisang tidak cepat rusak dan terbuang percuma.
Pisang menjadi salah satu buah yang paling sering dibuang, terutama karena proses pematangannya yang cepat. Dalam hitungan hari saja, kulitnya mulai dipenuhi bintik hitam hingga berubah menjadi cokelat. Bagi sebagian orang, kondisi ini dianggap tidak segar dan mengurangi selera makan.
Menurut laporan The Mirror US, pisang termasuk buah dengan tingkat pemborosan tinggi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Banyak konsumen membeli pisang matang tanpa memperhitungkan waktu konsumsi, sehingga buah tersebut keburu busuk sebelum dimakan.
Melihat permasalahan ini, sebuah jaringan ritel besar di Korea Selatan, E-Mart, memperkenalkan konsep baru yang menarik perhatian publik. Dilansir dari Independent, mereka menjual satu kemasan berisi enam pisang dengan tingkat kematangan yang berbeda—mulai dari yang paling matang hingga yang masih hijau.
Strateginya sederhana: konsumen disarankan untuk mengonsumsi satu pisang setiap hari, dimulai dari buah yang paling matang. Dengan begitu, seluruh pisang dapat habis dalam waktu yang pas tanpa ada yang terbuang. Ide ini disebut sebagai inovasi “cerdas dan praktis” oleh warganet, bahkan sempat viral di media sosial karena dianggap mampu mengurangi limbah makanan.
Meski banyak yang memuji, tak sedikit pula yang mengkritik konsep tersebut. Beberapa pihak menilai penggunaan plastik tambahan untuk membungkus setiap pisang justru menambah sampah baru. Mereka berpendapat, toko seharusnya cukup menyediakan pisang dengan berbagai tingkat kematangan agar konsumen bisa memilih sendiri tanpa perlu kemasan plastik.
Selain mengandalkan inovasi dari ritel, sebenarnya ada cara sederhana agar pisang di rumah tetap segar lebih lama. Berdasarkan laporan Business Insider, salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menyimpan pisang di dalam kantong plastik.
Buah ini menghasilkan gas etilen alami yang mempercepat proses pematangan. Saat gas tersebut terperangkap dalam plastik, pisang akan cepat berubah warna menjadi kecokelatan hanya dalam satu atau dua hari. Untuk memperlambat proses ini, sebaiknya pisang disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Dengan cara penyimpanan yang tepat, pisang bisa bertahan lebih lama, bahkan hingga dua minggu tanpa kehilangan rasa manis dan teksturnya.
Inovasi kemasan pisang berjenjang dari Korea Selatan menunjukkan bagaimana ide sederhana bisa membantu mengurangi pemborosan makanan. Namun, kesadaran konsumen dalam memilih dan menyimpan buah dengan benar tetap menjadi kunci agar tidak ada lagi pisang yang terbuang sia-sia.(Tim)









