Tidur Setelah Sahur, Aman atau Berisiko bagi Kesehatan Puasa?

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Bagi banyak orang, kembali tidur setelah sahur terasa seperti jalan keluar paling realistis, terutama ketika waktu istirahat malam terpotong. Tubuh yang masih mengantuk mendorong keinginan untuk merebahkan diri sebelum memulai aktivitas harian.

Selama Ramadan, perubahan jam makan dan tidur memang tidak terhindarkan. Pola ini memunculkan kebiasaan baru, salah satunya tidur usai sahur, yang kerap di lakukan tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi kondisi tubuh saat berpuasa.

Apa yang Terjadi pada Tubuh Setelah Makan Sahur

Setelah makan, sistem pencernaan langsung bekerja memecah makanan dan menyerap nutrisi. Proses ini membutuhkan waktu dan posisi tubuh yang mendukung agar berjalan optimal.

Ketika seseorang langsung berbaring, kerja lambung melambat. Aliran makanan pun tidak bergerak sebagaimana mestinya, sehingga memicu rasa tidak nyaman yang bisa bertahan hingga siang hari.

Gangguan Pencernaan yang Kerap Muncul

Tidur dengan kondisi perut masih penuh sering membuat perut terasa begah, kembung, atau seperti tertahan. Keluhan ini biasanya muncul saat bangun tidur dan dapat mengganggu kenyamanan selama berpuasa.

Bagi sebagian orang, kondisi tersebut juga disertai mual ringan atau rasa penuh yang tidak kunjung hilang hingga waktu berbuka.

Baca Juga :  Panduan Pola Makan Sehat untuk Jaga Daya Tahan Tubuh

Risiko Asam Lambung Mengintai

Saat tidur, otot katup antara lambung dan kerongkongan menjadi lebih rileks. Jika lambung masih terisi makanan, asam lambung lebih mudah naik ke atas.

Situasi ini dapat memicu sensasi panas di dada, perih di tenggorokan, hingga rasa pahit di mulut, terutama pada mereka yang memiliki riwayat gangguan lambung.

Tidur Tidak Nyenyak dan Tubuh Tetap Lelah

Alih-alih bangun dengan kondisi segar, tidur setelah sahur justru sering berakhir dengan tidur yang terputus-putus. Sistem pencernaan yang masih aktif membuat tubuh tidak benar-benar beristirahat.

Akibatnya, rasa lelah masih terasa meski sudah tidur, dan kantuk kembali muncul saat pagi menjelang siang.

Stamina Puasa Bisa Menurun

Penyerapan nutrisi yang kurang optimal berdampak langsung pada energi tubuh. Kondisi ini membuat seseorang lebih cepat lemas, sulit berkonsentrasi, dan mudah mengantuk saat menjalani aktivitas harian.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dapat memengaruhi produktivitas selama Ramadan.

Berat Badan Berpotensi Bertambah

Kalori dari makanan sahur yang tidak segera di gunakan tubuh berisiko tersimpan sebagai lemak. Jika kebiasaan tidur setelah sahur di lakukan berulang tanpa di imbangi aktivitas fisik, berat badan bisa meningkat meski sedang berpuasa.

Baca Juga :  Durian Tak Picu Kolesterol, Ahli Gizi Ungkap Fakta Sebenarnya

Efek ini tentu berbeda pada setiap orang, bergantung pada menu sahur, metabolisme, dan gaya hidup masing-masing.

Bolehkah Tidur Setelah Sahur?

Tidur setelah sahur sebenarnya tidak di larang. Namun, tidur yang di lakukan langsung setelah makan kurang disarankan karena memberi beban tambahan pada sistem pencernaan.

Memberi jeda waktu sebelum tidur membantu tubuh menyelesaikan proses cerna dan mengurangi risiko gangguan lambung maupun kualitas tidur yang buruk.

Cara Menyiasati Kantuk Setelah Sahur

Agar tubuh tetap nyaman selama puasa, beberapa langkah sederhana bisa di lakukan. Pilih menu sahur yang seimbang, tidak terlalu berat, dan kaya serat. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi agar tubuh tidak mudah lemas.

Memberi jeda sekitar satu hingga dua jam sebelum tidur kembali juga membantu. Selama jeda tersebut, lakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai, membaca, atau menyiapkan perlengkapan harian. Jika tetap perlu tidur, posisi setengah duduk atau miring ke kiri dapat membantu kerja lambung.(Tim)

Berita Terkait

Asam Urat atau Rematik? Begini Cara Mengenalinya
Gatal Tak Kunjung Hilang Bisa Tanda Ginjal Bermasalah, Ini Bedanya
Rutin Minum Air Rebusan Kayu Manis, Ini Khasiatnya bagi Tubuh
Telur Ayam vs Telur Bebek, Mana Lebih Sehat Dimakan Setiap Hari?
Dahak Berdarah Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius
8 Pantangan Diabetes yang Wajib Diperhatikan
Daun Karuk: Kandungan, Khasiat, dan Cara Pakai Aman
Manfaat Daun Belalai Gajah bagi Kesehatan dan Risiko Penggunaannya
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 06:00 WIB

Tidur Setelah Sahur, Aman atau Berisiko bagi Kesehatan Puasa?

Minggu, 8 Februari 2026 - 02:00 WIB

Asam Urat atau Rematik? Begini Cara Mengenalinya

Sabtu, 7 Februari 2026 - 06:00 WIB

Gatal Tak Kunjung Hilang Bisa Tanda Ginjal Bermasalah, Ini Bedanya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 16:00 WIB

Rutin Minum Air Rebusan Kayu Manis, Ini Khasiatnya bagi Tubuh

Minggu, 28 Desember 2025 - 09:00 WIB

Telur Ayam vs Telur Bebek, Mana Lebih Sehat Dimakan Setiap Hari?

Berita Terbaru

Bisnis

Honda BeAT Connected 125 2026 Hadir, Mesin Naik Kelas

Minggu, 8 Feb 2026 - 18:26 WIB

Daerah

Polisi Perketat Pengawasan BBM, PETI di TNKS Disorot

Minggu, 8 Feb 2026 - 17:08 WIB