Wawako Sungai Penuh Dukung Tradisi Patang Balimau di Inderapura

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Tradisi menyambut Ramadan kembali menggema di Inderapura, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, beberapa waktu yang lalu. Upacara adat Patang Balimau yang di gelar masyarakat setempat berlangsung khidmat dan penuh makna, di hadiri Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, bersama Ketua GOW Mawarti Azhar.

Kehadiran orang nomor dua di Kota Sungai Penuh itu menjadi penegas bahwa pelestarian adat bukan sekadar seremoni tahunan. Pemerintah daerah di nilai memiliki peran strategis dalam menjaga denyut budaya yang telah tumbuh ratusan tahun di tengah masyarakat Minangkabau.

Sakralnya Prosesi Patang Balimau

Patang Balimau di kenal sebagai ritual penyucian diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Tradisi ini dilakukan sebagai simbol pembersihan lahir dan batin, sekaligus pengingat agar umat mempersiapkan diri secara spiritual.

Baca Juga :  Wawako Sungai Penuh Tekankan Sinergi Desa

Prosesi adat di Inderapura di ikuti ninik mamak, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga dari berbagai kalangan. Kebersamaan yang terbangun selama rangkaian acara memperlihatkan betapa kuatnya peran adat dalam struktur sosial masyarakat setempat.

Ritual ini tidak hanya berbicara soal nilai religius, tetapi juga menyatukan berbagai elemen nagari dalam satu ruang kebudayaan. Momentum seperti ini menjadi pengikat yang menjaga harmoni sosial di tengah perubahan zaman.

Apresiasi dan Harapan untuk Generasi Mendatang

Dalam sambutannya, Azhar Hamzah menyampaikan rasa hormat kepada Kerapatan Nagari Inderapura dan seluruh masyarakat yang konsisten merawat tradisi tersebut. Ia menilai Patang Balimau memiliki arti lebih dari sekadar agenda adat tahunan.

“Tradisi seperti ini harus terus di jaga agar tetap hidup dan relevan. Selain memperkuat nilai spiritual menjelang Ramadan, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga,” ujarnya.

Baca Juga :  Nenek 68 Tahun Dianiaya Penambang Emas Ilegal, Wagub Sumbar Murka: “Siapa Pun Backing-nya, Tangkap!”

Menurutnya, keberlanjutan tradisi sangat bergantung pada kesadaran kolektif masyarakat. Warisan budaya, jika di rawat dengan sungguh-sungguh, akan menjadi identitas yang membedakan suatu daerah sekaligus kebanggaan generasi penerus.

Di tengah arus globalisasi, banyak tradisi lokal mulai tergerus. Namun di Inderapura, Patang Balimau tetap berdiri sebagai simbol ketahanan budaya. Dukungan dari pemerintah daerah turut memberi ruang agar adat dan perkembangan zaman berjalan berdampingan tanpa saling meniadakan.

Bagi masyarakat Inderapura, Patang Balimau bukan hanya seremoni menyambut Ramadan. Ia adalah ruang silaturahmi, refleksi, dan penguatan nilai kebersamaan yang di wariskan turun-temurun.(Tim)

Berita Terkait

Kolaborasi Jambi – Sumbar Mendesak Hentikan Pencemaran Sungai Batanghari
Mudik Gratis Pemprov Jambi 2026 Dibuka, Ini Rute dan Kuotanya
Jalan Rusak Kota Jambi Jadi Sorotan, Maulana Klaim 400 Ruas Sudah Diperbaiki
Wali Kota Maulana Pastikan Kuota BPJS PBI Kota Jambi Tetap Tepat Sasaran
Harga Sembako Merangin Dipantau Ketat Jelang Ramadhan 1447 H
Pemkab Tanjabtim Antisipasi Kelangkaan LPG 3 Kg Saat Ramadan
Stok Pangan Jambi Aman Jelang Ramadhan dan Idul Fitri
Disdik Kota Jambi Pangkas Jam Belajar Selama Ramadan 1447 H
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:00 WIB

Kolaborasi Jambi – Sumbar Mendesak Hentikan Pencemaran Sungai Batanghari

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:00 WIB

Wawako Sungai Penuh Dukung Tradisi Patang Balimau di Inderapura

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:00 WIB

Mudik Gratis Pemprov Jambi 2026 Dibuka, Ini Rute dan Kuotanya

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:00 WIB

Wali Kota Maulana Pastikan Kuota BPJS PBI Kota Jambi Tetap Tepat Sasaran

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:35 WIB

Harga Sembako Merangin Dipantau Ketat Jelang Ramadhan 1447 H

Berita Terbaru