KLIKINAJA – Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, mengingatkan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tetap menjaga etos kerja dan integritas. Pesan itu ia sampaikan saat bersilaturahmi ke Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Sungai Penuh, Jumat (13/2/2026).
Kunjungan yang di gelar di halaman kantor dinas tersebut berlangsung dalam suasana hangat. Azhar datang bersama Ketua GOW Kota Sungai Penuh, Mawarti Azhar, serta sejumlah jajaran Pemerintah Kota Sungai Penuh.
Momentum ini di manfaatkan untuk memperkuat semangat kebersamaan sekaligus mengingatkan peran strategis ASN sebagai ujung tombak pelayanan publik.
Ramadhan Harus Jadi Energi Positif
Dalam arahannya, Azhar menegaskan bahwa bulan suci tidak boleh di jadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan. Ia mengajak ASN menjadikan Ramadhan sebagai ruang pembenahan diri, baik secara spiritual maupun profesional.
“Tidak lama lagi kita memasuki Ramadhan 2026. Saya ingin seluruh ASN tetap menjaga silaturahmi dan menunjukkan akhlak terbaik dalam bekerja,” ucapnya.
Ia menambahkan, ibadah puasa seharusnya melatih kedisiplinan dan tanggung jawab, bukan sebaliknya. Pelayanan kepada masyarakat, kata dia, harus tetap berjalan optimal.
“Puasa bukan penghalang untuk produktif. Justru di situlah kita di uji untuk tetap disiplin dan memberikan pelayanan maksimal,” tegas Azhar.
Menurutnya, konsistensi dalam bekerja akan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Integritas dan Etika Tak Boleh Luntur
Azhar juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dalam setiap tugas yang di emban. ASN, lanjutnya, memegang amanah besar yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Saya berharap seluruh pegawai mempertahankan etika, kejujuran, dan profesionalisme. Integritas adalah fondasi utama dalam melayani,” ujarnya lagi.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembinaan moral sekaligus penguatan komitmen menjelang Ramadhan. Pemerintah Kota Sungai Penuh ingin memastikan roda pelayanan tetap bergerak stabil selama bulan puasa.
Secara umum, Ramadhan sering menjadi periode refleksi bagi institusi pemerintahan. Banyak daerah memanfaatkan momen ini untuk memperkuat budaya kerja, memperbaiki pola komunikasi internal, serta meningkatkan kedisiplinan pegawai. Di Sungai Penuh, pendekatan persuasif melalui silaturahmi di nilai efektif membangun kedekatan antara pimpinan dan ASN.
Langkah ini juga selaras dengan tuntutan reformasi birokrasi yang menekankan akuntabilitas dan pelayanan prima. Ketika integritas dan spiritualitas berjalan beriringan, kualitas layanan publik berpeluang meningkat. Harapannya, masyarakat tetap merasakan pelayanan yang cepat, responsif, dan transparan sepanjang Ramadhan hingga seterusnya.(Tim)









