KLIKINAJA – Pendiri ByteDance Ltd, Zhang Yiming, resmi menempati posisi teratas sebagai individu terkaya di China. Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan bersihnya di taksir mencapai US$57,5 miliar atau setara Rp1.028 triliun, didorong oleh lonjakan valuasi perusahaan teknologi yang ia dirikan.
Geser Taipan Lama, Zhang Kuasai Puncak Kekayaan
Capaian Zhang Yiming menandai pergeseran peta kekayaan di China. Ia berhasil melampaui Zhong Shanshan, pengusaha air minum kemasan, serta Ma Huateng, salah satu pendiri raksasa teknologi Tencent.
Di tingkat Asia, posisi Zhang kini berada di peringkat ketiga orang terkaya. Ia hanya berada di bawah dua konglomerat asal India, yakni Mukesh Ambani dan Gautam Adani, yang selama beberapa tahun terakhir mendominasi daftar orang terkaya di kawasan tersebut.
Valuasi ByteDance Jadi Penopang Kekayaan
Lonjakan kekayaan Zhang tidak terlepas dari pembaruan valuasi ByteDance. Bloomberg mencatat, kekayaan bersihnya meningkat lebih dari US$10 miliar setelah di lakukan analisis terhadap penilaian dari sejumlah investor institusional global.
Lembaga keuangan besar seperti BlackRock Inc, Fidelity Investments, dan T. Rowe Price Group Inc memberikan valuasi tinggi terhadap ByteDance. Selain itu, perusahaan juga menyiapkan skema pembelian kembali saham karyawan dengan estimasi valuasi mencapai US$312 miliar.
Jika dirata-ratakan dari berbagai penilaian tersebut, nilai ByteDance saat ini di perkirakan menyentuh US$365 miliar. Angka ini menempatkan ByteDance sebagai salah satu perusahaan teknologi swasta dengan valuasi tertinggi di dunia.
Tekanan Geopolitik dan Ancaman TikTok di AS
Capaian finansial Zhang Yiming datang di tengah situasi yang tidak sepenuhnya mudah. ByteDance masih menghadapi tekanan geopolitik, terutama terkait keberlangsungan operasional TikTok di Amerika Serikat.
Pemerintah AS memperpanjang tenggat waktu selama 75 hari, hingga 5 April, agar ByteDance melepas kepemilikan TikTok di negara tersebut. Keputusan itu di umumkan oleh Donald Trump, yang menyatakan bahwa ByteDance harus menemukan pembeli lokal atau menghadapi potensi pelarangan aplikasi.
Ketidakpastian ini membuat masa depan TikTok di pasar AS masih belum jelas, meski aplikasi tersebut memiliki basis pengguna yang sangat besar.
Oracle Muncul sebagai Kandidat Pembeli
Seiring tenggat waktu yang berjalan, sejumlah perusahaan di laporkan mulai menjajaki peluang akuisisi. Menurut laporan Bloomberg News, Oracle Corp tengah mengkaji proposal untuk mengambil alih operasional TikTok di Amerika Serikat.
Skema yang di bahas mencakup jaminan keamanan data pengguna AS serta kepemilikan minoritas di entitas baru yang berbasis di AS. Namun, algoritma utama TikTok di sebut-sebut masih akan berada di bawah kendali China, sebuah poin yang berpotensi menjadi sorotan regulator.
ByteDance Perkuat Bisnis Kecerdasan Buatan
Di luar isu TikTok, ByteDance terus memperluas dominasinya di sektor kecerdasan buatan. Perusahaan ini mengembangkan chatbot AI bernama Doubao yang kini di laporkan memiliki sekitar 75 juta pengguna aktif reguler.
ByteDance juga mengklaim bahwa model pemahaman visual generasi awal mereka mampu beroperasi dengan biaya hingga 85 persen lebih rendah dari standar industri. Pendekatan efisiensi ini di nilai sejalan dengan strategi perusahaan AI China lain seperti DeepSeek, yang di kenal menekan biaya pengembangan tanpa mengorbankan performa.
Profil Singkat Zhang Yiming
Zhang Yiming lahir pada 1983 di Provinsi Fujian, China. Ia menamatkan pendidikan di Universitas Nankai pada 2005 dengan spesialisasi rekayasa perangkat lunak. Karier awalnya di mulai di startup Kuxun, sebelum sempat bekerja di Microsoft.
Pada 2012, Zhang mendirikan ByteDance dan mengembangkannya menjadi perusahaan teknologi global. Meski di kenal tertutup dan jarang tampil di ruang publik, gaya kepemimpinannya yang fokus pada data dan produk terbukti membawa ByteDance tumbuh pesat.
Pada November 2021, Zhang mengundurkan diri dari jabatan CEO. Kendati demikian, ia masih memegang lebih dari 50 persen hak suara, memastikan pengaruh strategisnya tetap kuat dalam arah kebijakan perusahaan.
Keberhasilan Zhang Yiming menjadi orang terkaya di China menegaskan kuatnya pengaruh sektor teknologi dalam peta ekonomi global. Meski di bayangi tantangan geopolitik, ByteDance tetap menunjukkan daya tahan dan inovasi yang menjadikannya salah satu pemain paling diperhitungkan di industri digital dunia.(Tim)









