Awal Puasa Ditetapkan 19 Februari 2026, Pemerintah Resmi Umumkan Hasil Sidang Isbat

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia memastikan awal Ramadan 1447 Hijriah di mulai pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan itu di umumkan setelah sidang isbat yang di gelar pada Selasa malam, 17 Februari 2026, di Jakarta.

Sidang di pimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dan di hadiri para pakar astronomi, perwakilan ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia, serta unsur pemerintah dan DPR. Penetapan di lakukan berdasarkan kombinasi metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung hilal).

Dalam pernyataannya, Menag menyampaikan bahwa laporan dari seluruh titik pemantauan menunjukkan hilal belum memenuhi syarat visibilitas. Karena itu, 1 Ramadan 1447 H di sepakati jatuh pada 19 Februari 2026.

Hilal Tidak Terlihat di 96 Lokasi Pemantauan

Tim hisab rukyat Kemenag melakukan pengamatan di 96 titik yang tersebar di berbagai provinsi. Pemantauan dilakukan menjelang matahari terbenam pada 17 Februari 2026.

Namun hingga proses pengamatan berakhir, tidak ada satu pun laporan yang menyatakan hilal berhasil di rukyat. Data tersebut kemudian di bawa ke forum sidang untuk di musyawarahkan bersama.

Baca Juga :  Link Resmi Cek BLT Kesra dan PKH BPNT Desember 2025

Menurut penjelasan Menteri Agama, keputusan di ambil secara terbuka dengan mempertimbangkan laporan lapangan serta hasil perhitungan astronomi. Hasilnya, posisi hilal di nilai belum memenuhi standar yang telah di sepakati bersama negara-negara anggota MABIMS.

Secara Astronomis Hilal Masih di Bawah Ufuk

Dalam seminar posisi hilal sebelum sidang isbat, anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, memaparkan kondisi astronomis pada hari rukyat. Ia menjelaskan bahwa saat matahari terbenam, posisi hilal masih berada di bawah ufuk.

Data hisab menunjukkan tinggi hilal di Indonesia berkisar antara minus 2,41 derajat hingga minus 0,93 derajat. Sementara sudut elongasi Bulan dan Matahari tercatat antara 0,94 derajat sampai 1,89 derajat.

Kriteria yang digunakan MABIMS menetapkan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat agar hilal memungkinkan terlihat. Karena parameter tersebut tidak terpenuhi, secara teori hilal mustahil di rukyat pada hari itu.

Baca Juga :  Tunjangan Guru Agama Naik 2026, 101.786 Lulus PPG: Menag Sebut Sebagai Kado Hari Guru

Penetapan berbasis gabungan hisab dan rukyat memang menjadi pendekatan resmi pemerintah Indonesia. Model ini di pilih untuk menjaga keseimbangan antara pendekatan ilmiah dan praktik observasi lapangan, sekaligus menjaga keseragaman awal ibadah umat Islam secara nasional.

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan Lebih Awal

Berbeda dengan keputusan pemerintah, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Organisasi tersebut menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menentukan awal bulan kamariah.

Muhammadiyah juga menetapkan 1 Syawal 1447 H atau Idul Fitri akan dirayakan pada Jumat, 20 Maret 2026.

Perbedaan penentuan awal Ramadan bukan hal baru di Indonesia. Setiap tahun, dinamika metode hisab dan rukyat kerap memunculkan variasi tanggal mulai puasa. Pemerintah pun mengingatkan masyarakat untuk menyikapi perbedaan dengan sikap saling menghormati, menjaga persatuan, serta tetap fokus pada kekhusyukan ibadah Ramadan.

Momentum Ramadan sejatinya menjadi ruang memperkuat kebersamaan. Perbedaan metode tidak semestinya memecah ukhuwah, melainkan memperkaya khazanah keilmuan dan tradisi Islam di Indonesia.(Tim)

Berita Terkait

BKN Resmi Terapkan ASN Digital 2026, Ini Cara Aktivasi dan Reset Password
BKN Tegaskan Kontrak PPPK Ditentukan Kinerja, Bukan Anggaran
Kemenag Usulkan 630 Ribu Formasi Guru PPPK, Guru Swasta Punya Peluang Besar Jadi ASN
PPPK Paruh Waktu Akan Dihapus? Ini Penjelasan Revisi UU ASN 2026
Mutasi ASN Nasional Wajib Berlaku 2026, Pemerataan SDM Jadi Fokus Utama Reformasi
Natanael Wiraatmaja, Siswa SD Bandung Raih 18 Medali dan Diundang NASA
Wamen PPPA Ingatkan Bahaya Rentenir dan Koperasi Bermasalah
THR ASN 2026 Rp 55 Triliun, Cair Awal Ramadan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:12 WIB

Awal Puasa Ditetapkan 19 Februari 2026, Pemerintah Resmi Umumkan Hasil Sidang Isbat

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:00 WIB

BKN Resmi Terapkan ASN Digital 2026, Ini Cara Aktivasi dan Reset Password

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:00 WIB

BKN Tegaskan Kontrak PPPK Ditentukan Kinerja, Bukan Anggaran

Senin, 16 Februari 2026 - 19:00 WIB

Kemenag Usulkan 630 Ribu Formasi Guru PPPK, Guru Swasta Punya Peluang Besar Jadi ASN

Senin, 16 Februari 2026 - 10:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Akan Dihapus? Ini Penjelasan Revisi UU ASN 2026

Berita Terbaru