Kebiasaan Makan Gorengan Bisa Ganggu Kesehatan Kulit

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gorengan. Foto: Rifki Alfirahman/Shutterstock

Ilustrasi gorengan. Foto: Rifki Alfirahman/Shutterstock

KLIKINAJA – Gorengan sudah lama menjadi jajanan favorit masyarakat. Teksturnya yang renyah dan pilihan variannya yang beragam – mulai dari bakwan, tahu isi, tempe mendoan, sampai pisang goreng – membuat makanan ini selalu dicari. Namun di balik kenikmatannya, ada risiko kesehatan yang kerap diabaikan, terutama terkait kondisi kulit.

Ahli gizi Universitas Airlangga (UNAIR), Lailatul Muniroh, menjelaskan bahwa proses menggoreng pada suhu tinggi menyebabkan terbentuknya lemak trans. Jenis lemak ini dikenal sebagai salah satu pemicu utama peradangan di tubuh, termasuk pada kulit. Ketika minyak dipakai berulang kali, jumlah lemak trans di dalamnya dapat meningkat secara signifikan.

Menurut penjelasan tersebut, makanan yang digoreng berpotensi membawa kandungan lemak trans lebih tinggi dibandingkan makanan olahan lain. Paparan lemak ini dapat memicu reaksi inflamasi, menjadikan kulit lebih mudah mengalami gangguan. “Oksidasi dari minyak membuat kulit kering, kusam, dan lebih rentan berjerawat,” ujar Lailatul melalui keterangan resmi UNAIR.

Selain peradangan, lemak trans juga turut meningkatkan produksi sebum. Sebum merupakan minyak alami yang dihasilkan kulit, dan ketika jumlahnya berlebih, pori-pori mudah tersumbat. Kondisi inilah yang memicu munculnya komedo dan jerawat pada beberapa orang. Bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau berminyak, konsumsi gorengan berlebih dapat memperparah kondisi kulit yang sudah bermasalah.

Baca Juga :  7 Makanan yang Diam-Diam Mengacaukan Program Dietmu, Waspadai Nomor 4!

Risiko kesehatan tidak berhenti pada kulit saja. Lailatul mengingatkan bahwa konsumsi gorengan berlebihan dapat meningkatkan peluang terkena penyakit jantung, stroke, obesitas, hingga diabetes tipe 2. Gorengan mengandung lemak jenuh yang dapat menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus menurunkan kolesterol baik (HDL). Ketidakseimbangan ini berpotensi memicu penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak.

Obesitas juga menjadi masalah lanjutan yang patut diwaspadai. Karena makanan yang digoreng menyerap lebih banyak minyak, kandungan kalorinya pun meningkat. Jika dikonsumsi secara rutin tanpa diimbangi pola makan sehat, berat badan dapat melonjak dengan cepat. Kondisi obesitas sendiri dapat memperburuk kesehatan kulit, termasuk memicu kulit kering dan ketidakseimbangan hormon.

Lailatul menambahkan, salah satu gangguan kulit yang dapat muncul akibat kondisi tersebut adalah acanthosis nigricans, yakni penggelapan warna kulit terutama pada area lipatan tubuh. Gangguan ini sering berkaitan dengan resistensi insulin dan kelebihan berat badan. “Konsumsi gorengan yang berlebihan dapat memperparah kondisi ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Daun Kumis Kucing dan Khasiatnya, Herbal Alami untuk Ginjal hingga Tekanan Darah

Meski demikian, Lailatul menegaskan bahwa gorengan tidak sepenuhnya dilarang. Kuncinya ada pada porsi dan frekuensi. Mengatur waktu konsumsi, memastikan penggunaan minyak yang lebih sehat, serta tidak mengonsumsinya setiap hari dapat membantu mengurangi risiko buruk bagi tubuh maupun kulit. “Tidak ada larangan konsumsi gorengan, tetapi perlu bijak mengatur jumlah dan waktunya,” tutupnya.

Kesadaran akan dampak makanan cepat saji, khususnya gorengan, semakin penting di tengah gaya hidup masyarakat yang serba cepat. Dengan memahami risikonya, masyarakat diharapkan lebih selektif dalam mengonsumsi makanan sehari-hari demi menjaga kesehatan kulit dan tubuh secara menyeluruh.

Konsumsi gorengan tetap boleh dilakukan, tetapi penting untuk mengendalikan porsinya agar masalah kulit dan penyakit kronis dapat dicegah. Menggabungkan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat menjadi langkah utama untuk menjaga kondisi tubuh tetap optimal.(Tim)

Berita Terkait

Makanan Berbahaya untuk Diabetes, Daftar Lengkap yang Perlu Dihindari
Minum Air Hangat di Pagi Hari, Benarkah Bermanfaat atau Sekadar Kebiasaan?
Cara Ampuh Menurunkan Gula Darah Secara Alami dan Aman
5 Buah Penurun Asam Urat Tinggi yang Mudah Dikonsumsi
5 Cara Menghilangkan Uban di Usia 40 Tahun Secara Alami dan Mudah Dilakukan
5 Makanan Penumbuh Rambut Alami agar Cepat Tebal dan Sehat
Minum Kopi Setelah Olahraga, Aman atau Berisiko? Ini Penjelasan Ahli
Sesak Napas karena Jantung atau Asam Lambung? Kenali Perbedaannya
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 20:56 WIB

Makanan Berbahaya untuk Diabetes, Daftar Lengkap yang Perlu Dihindari

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Minum Air Hangat di Pagi Hari, Benarkah Bermanfaat atau Sekadar Kebiasaan?

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:05 WIB

Cara Ampuh Menurunkan Gula Darah Secara Alami dan Aman

Sabtu, 21 Maret 2026 - 13:00 WIB

5 Buah Penurun Asam Urat Tinggi yang Mudah Dikonsumsi

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:45 WIB

5 Cara Menghilangkan Uban di Usia 40 Tahun Secara Alami dan Mudah Dilakukan

Berita Terbaru

Para pemain timnas Rep Ceko melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang timnas Denmark.

Olahraga

Ceko Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Tumbangkan Denmark

Rabu, 1 Apr 2026 - 17:00 WIB