KLIKINAJA, KERINCI – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Kerinci sejak dini hari mengakibatkan bencana banjir dan longsor di enam kecamatan. Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Kerinci, sedikitnya 465 jiwa dari 174 KK terdampak dalam kejadian tersebut.
Bencana mulai terjadi sekitar pukul Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 01.00 WIB hingga 12.30 WIB siang. Kecamatan yang paling terdampak meliputi Kayu Aro Barat, Gunung Kerinci, Air Hangat Barat, Air Hangat, Depati VII, serta Kayu Aro.
Di Kecamatan Kayu Aro Barat, hujan deras di sertai angin kencang menyebabkan longsor di beberapa titik, menutupi akses jalan serta mengancam permukiman warga. Sementara di Kecamatan Gunung Kerinci, tingginya intensitas hujan mengakibatkan banjir dan longsor yang merusak rumah warga serta fasilitas umum.
Genangan air juga terjadi di wilayah Air Hangat Barat, khususnya Desa Koto Dua Baru, serta di Air Hangat, yang merendam ratusan rumah di Desa Koto Dua Lama dan Sawahan Jaya. Kondisi serupa terjadi di Depati VII dan Kayu Aro, di mana puluhan rumah dan fasilitas umum tergenang air.
BPBD mencatat tidak adanya korban jiwa maupun luka-luka, namun dampak terhadap warga cukup signifikan. Rinciannya, di Kayu Aro Barat terdapat 9 jiwa terdampak, Gunung Kerinci 7 jiwa, Air Hangat Barat 54 jiwa, Air Hangat 339 jiwa, Depati VII 35 jiwa, dan Kayu Aro 56 jiwa.
Kerusakan yang tercatat antara lain 1 rumah rusak sedang, 3 rumah rusak ringan, serta 134 rumah tergenang banjir. Longsor juga terjadi di bahu jalan Desa Sungai Renah, Sungai Betung, dan Suko Pangkat, yang mengganggu akses transportasi warga.
BPBD bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat telah melakukan pembersihan material longsor dan banjir di berbagai titik. Tim Reaksi Cepat (TRC) juga di kerahkan sejak pagi untuk memberikan pertolongan pertama.
“Sejak dini hari kami bersama tim Reaksi Cepat terus bergerak melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak. Hujan deras yang terjadi cukup lama menyebabkan beberapa titik mengalami banjir dan longsor, namun berkat respons cepat di lapangan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci, Dedi Hendrizal.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah kecamatan, aparat desa, dan masyarakat berjalan baik.
“Kami fokus pada pembersihan material longsor, membantu warga yang rumahnya tergenang, serta memastikan akses jalan kembali dapat dilalui. Saat ini kondisi hujan sudah mulai reda, tetapi kami tetap siaga karena potensi cuaca ekstrem masih ada,” jelasnya.
Dedi juga menyebutkan kebutuhan bantuan darurat bagi warga terdampak. “Kami membutuhkan dukungan berupa terpal dan logistik untuk membantu keluarga yang terdampak banjir dan longsor. BPBD akan terus memonitor situasi dan memberikan penanganan semaksimal mungkin,” tutupnya.(Dea)









