Ternyata Penyelenggara JSFL Kerinci Dinas Pendidikan dan Dispora Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA, KERINCI – Polemik pelaksanaan Junior Soccer Fun League (JSFL) Regional Kerinci kembali mencuat setelah ajang sepak bola usia dini itu ramai diperbincangkan di media sosial. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kompetisi tersebut bukan diselenggarakan oleh PSSI Kerinci, melainkan oleh Dinas Pendidikan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kerinci.

Kabar tersebut menjadi sorotan berbagai pihak, terutama sekolah-sekolah di wilayah hilir yang merasa tidak pernah menerima undangan ataupun pemberitahuan resmi terkait pelaksanaan JSFL. Mereka menilai proses seleksi peserta tidak dilakukan secara terbuka, sehingga hanya sekolah tertentu yang diberangkatkan.

Keluhan itu muncul karena siswa dari wilayah hilir sebenarnya memiliki potensi yang tidak kalah dibandingkan sekolah hulu. Namun kesempatan tampil di panggung kompetisi dinilai hanya diberikan kepada sekolah yang berada di wilayah mudik.

Salah seorang guru dari salah satu sekolah hilir mengatakan bahwa pembinaan sepak bola usia dini seharusnya merata. Ia menilai pelaksanaan JSFL kali ini terkesan hanya menguntungkan wilayah tertentu.

Baca Juga :  Kemarau dan Pintu PLTA Picu Penyusutan Air Danau Kerinci

“Anak-anak kami juga punya kemampuan. Tapi tanpa undangan atau pemberitahuan, kami jelas tidak bisa ikut serta. Jika pembinaan ingin maju, semua sekolah harus mendapat peluang yang sama,” ujarnya.

Kekecewaan itu turut diarahkan kepada Plt Kepala Dinas Pendidikan Kerinci, Asril, yang juga dikenal sebagai mantan pemain sepak bola senior daerah. Banyak pihak menyayangkan apabila kegiatan pembinaan olahraga justru menimbulkan ketimpangan baru.

Sejumlah warga menilai, dengan pengalaman dan latar belakang Asril di dunia sepak bola, publik sebenarnya berharap pelaksanaan JSFL berlangsung lebih profesional dan inklusif. Namun kenyataan bahwa sebagian sekolah tidak menerima informasi membuat masyarakat mempertanyakan transparansi penyelenggaraan.

Sorotan publik juga menguat di media sosial, memunculkan berbagai pertanyaan tentang dasar pemilihan peserta dan proses koordinasi antarinstansi. Tidak sedikit yang menilai kebijakan tersebut dapat menghambat pengembangan bakat pemain muda di wilayah hilir.

Pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan dan Dispora Kerinci segera memberikan penjelasan resmi. Menurut mereka, kompetisi usia dini bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan sportivitas, kerja sama, dan membangun motivasi atlet muda di seluruh wilayah.

Baca Juga :  Pulang dari Ladang, Seorang Ibu-ibu di Kerinci Nyaris Jadi Korban Serangan Beruang

Masyarakat meminta agar kegiatan serupa di masa mendatang disusun lebih transparan dan melibatkan semua sekolah tanpa pengecualian. Selain itu, diperlukan mekanisme pemberitahuan resmi yang seragam agar tidak ada pihak yang merasa dianaktirikan.

Pemerataan akses kegiatan olahraga juga dianggap penting untuk meningkatkan kualitas talenta sepak bola Kerinci secara keseluruhan. Dengan metode pembinaan yang terbuka dan adil, potensi pemain dari setiap kecamatan dapat berkembang lebih optimal.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kerinci belum memberikan pernyataan terbuka mengenai alasan tidak masuknya sekolah-sekolah hilir dalam daftar peserta JSFL. Publik masih menunggu klarifikasi agar polemik ini tidak semakin meluas.

Kontroversi JSFL tahun ini menunjukkan pentingnya penyelenggaraan kompetisi olahraga yang lebih inklusif dan transparan. Sekolah-sekolah di wilayah hilir berharap ke depan kebijakan pembinaan atlet muda dapat dilakukan secara merata agar perkembangan sepak bola Kerinci berjalan seimbang.(Dea)

Berita Terkait

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan
Jadwal Penerbangan Bandara Depati Parbo Kerinci Lebaran 2026, Ada Extra Flight
TPID Kerinci Sidak Harga Pangan di Pasar Jujun, Stok Dipastikan Aman
Layanan Kesehatan Lebaran 2026 di Kerinci Siaga Penuh 24 Jam
Pemkab Kerinci Aktifkan Satgas Sampah Jelang Lebaran 1447 H
Pemudik Diminta Waspada, Ini Jalur Rawan Longsor di Kerinci
DPRD Kerinci, Ingatkan Tarif Parkir di Objektif Wisata Kerinci Harus Sesuai Perda
Mobil Grand Max Masuk Jurang di Jalan Buntu Muara Emat, Diduga Bawa Pasokan MBG
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:00 WIB

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:08 WIB

Jadwal Penerbangan Bandara Depati Parbo Kerinci Lebaran 2026, Ada Extra Flight

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:00 WIB

TPID Kerinci Sidak Harga Pangan di Pasar Jujun, Stok Dipastikan Aman

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:00 WIB

Layanan Kesehatan Lebaran 2026 di Kerinci Siaga Penuh 24 Jam

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:00 WIB

Pemkab Kerinci Aktifkan Satgas Sampah Jelang Lebaran 1447 H

Berita Terbaru

Kesehatan

5 Buah Penurun Asam Urat Tinggi yang Mudah Dikonsumsi

Sabtu, 21 Mar 2026 - 13:00 WIB

Bisnis

Harga Emas Antam 21 Maret 2026 Stabil di Rp2,89 Juta

Sabtu, 21 Mar 2026 - 12:00 WIB