Gagal Ginjal Diderita Kariati, Kondisi Kian Memburuk dan Butuh Donasi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA, KERINCI – Kariati (57) sudah sekian lama tinggal seorang diri di rumahnya yang sederhana di kawasan Sungai Tutung. Hidup tanpa pendamping membuat hari-harinya tak mudah, terlebih dengan kondisi kesehatan yang terus menurun akibat gagal ginjal yang ia alami.

Penyakit tersebut menuntut pengobatan rutin serta biaya medis yang tidak kecil, sementara ia tidak memiliki kemampuan finansial untuk menanggung seluruh kebutuhan perawatan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kariati bertahan hanya dengan apa yang ia miliki. Ia sempat menjalani terapi secara berkala, namun pengobatan itu terhenti karena keterbatasan biaya. Kondisinya pun semakin melemah hingga akhirnya harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Kota Sungai Penuh untuk mendapatkan penanganan intensif. Keluarga tidak lagi ada di sisinya, sehingga ia benar-benar mengandalkan uluran tangan masyarakat.

Kabar mengenai kondisi Kariati menyentuh hati banyak pihak. Warga Desa Taman Jernih, para pemuda, hingga perantau Sungai Tutung yang berada di Malaysia tergerak untuk saling membantu. Upaya penggalangan dana pun di lakukan dari kampung hingga luar negeri demi melanjutkan pengobatan Kariati. Aparat Babinsa turut mendukung proses pengumpulan bantuan agar penanganan kesehatan bagi Kariati tidak terputus.

Baca Juga :  Tunggakan Naik Jadi Rp 3,5 Miliar, Perumda Tirta Sakti Desak Pelanggan Segera Bayar

Meski bantuan terus mengalir, jumlah dana yang terkumpul masih belum mencukupi untuk biaya jangka panjang. Apalagi penyakit gagal ginjal membutuhkan penanganan berkala, mulai dari terapi, obat, hingga berbagai kebutuhan medis lainnya. Tanpa pendamping dan kemampuan ekonomi memadai, perjuangan Kariati masih panjang.

Kepala Desa Taman Jernih, Ade Haryono, membenarkan bahwa warganya tersebut sangat membutuhkan perhatian lebih. Ia menuturkan bahwa pemerintah desa, masyarakat, dan para pemuda terus melakukan berbagai upaya agar pengobatan Kariati tidak berhenti. Menurutnya, kondisi Kariati semakin lemah dan sangat perlu dukungan moral serta materi agar ia dapat kembali menjalani terapi secara rutin.

“Ibu Kariati tinggal seorang diri, sementara keadaan fisiknya semakin menurun. Kami bersama pemuda, masyarakat, dan Babinsa sudah berusaha mengumpulkan donasi, tapi kebutuhan biaya perawatan masih jauh dari cukup,” ungkap Ade Haryono.

Baca Juga :  Penemuan Bayi di Mulai Tinggi, Polisi Lakukan Penyelidikan

Solidaritas warga menjadi harapan terbesar bagi Kariati untuk tetap bertahan menjalani perawatan. Hingga berita ini di terbitkan, donasi masih dibuka dan masyarakat luas di imbau ikut serta menyisihkan rezeki, sekecil apa pun. Setiap kontribusi dianggap sangat berarti untuk memperpanjang langkah Kariati dalam melawan penyakitnya.

Situasi ini menjadi potret nyata tentang pentingnya kepedulian sosial terhadap para lansia yang tidak lagi memiliki keluarga ataupun dukungan ekonomi. Kariati adalah satu dari banyak warga dhuafa yang masih membutuhkan tangan-tangan yang ingin membantu. Harapan untuk sembuh mungkin tampak berat, tetapi kepedulian bersama dapat menjadi jalan bagi Kariati untuk mendapatkan penanganan medis yang layak.

Bagi warga atau donatur yang ingin berpartisipasi, bantuan dapat di kirimkan melalui BRI – 555901022390530 atas nama Reka Afriani. Setiap rupiah yang terkumpul akan membantu memperpanjang harapan dan memperbaiki kondisi kesehatan Kariati.(Dea)

Berita Terkait

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan
Jadwal Penerbangan Bandara Depati Parbo Kerinci Lebaran 2026, Ada Extra Flight
TPID Kerinci Sidak Harga Pangan di Pasar Jujun, Stok Dipastikan Aman
Layanan Kesehatan Lebaran 2026 di Kerinci Siaga Penuh 24 Jam
Pemkab Kerinci Aktifkan Satgas Sampah Jelang Lebaran 1447 H
Pemudik Diminta Waspada, Ini Jalur Rawan Longsor di Kerinci
DPRD Kerinci, Ingatkan Tarif Parkir di Objektif Wisata Kerinci Harus Sesuai Perda
Mobil Grand Max Masuk Jurang di Jalan Buntu Muara Emat, Diduga Bawa Pasokan MBG
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:00 WIB

Danau Kaco Kembali Dibuka, Ini Aturan Baru untuk Wisatawan

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:08 WIB

Jadwal Penerbangan Bandara Depati Parbo Kerinci Lebaran 2026, Ada Extra Flight

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:00 WIB

TPID Kerinci Sidak Harga Pangan di Pasar Jujun, Stok Dipastikan Aman

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:00 WIB

Layanan Kesehatan Lebaran 2026 di Kerinci Siaga Penuh 24 Jam

Rabu, 18 Maret 2026 - 10:00 WIB

Pemkab Kerinci Aktifkan Satgas Sampah Jelang Lebaran 1447 H

Berita Terbaru

Bisnis

Harga Emas Antam 21 Maret 2026 Stabil di Rp2,89 Juta

Sabtu, 21 Mar 2026 - 12:00 WIB

Game

Kode Redeem FC Mobile 21 Maret 2026, Klaim Gems Gratis

Sabtu, 21 Mar 2026 - 10:00 WIB

Bisnis

Link DANA Kaget Lebaran 2026, Cara Klaim Saldo Gratis

Sabtu, 21 Mar 2026 - 09:00 WIB

Daerah

Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah Jelang Lebaran 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 08:00 WIB