Guru Keluhkan Pungli, Bupati Monadi Dianggap Tutup Mata

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kerinci, Monadi

Bupati Kerinci, Monadi

KLIKINAJA, KERINCI – Dugaan pungutan liar (pungli) terhadap sejumlah guru di Kabupaten Kerinci terkait dengan di mintai biaya untuk pengurusan Program Profesi Guru (PPG), sertifikasi, hingga Tunjangan Hari Raya (THR) oleh K3S yang di perintahkan oleh oknum ASN di Dinas Pendidikan. Namun, hingga kini belum terlihat adanya tindakan tegas dari Bupati Kerinci, Monadi, terkait persoalan tersebut.

Beberapa guru yang ditemui mengaku kecewa dengan sikap Bupati yang dinilai belum merespons serius laporan adanya pungli tersebut. Menurut mereka, pengakuan para guru seharusnya menjadi dasar kuat untuk dilakukan evaluasi dan klarifikasi terhadap pihak dinas terkait.

Baca Juga :  RSUD Kabupaten Kerinci Akhirnya Beroperasi, Layanan Kesehatan Kini Lebih Dekat ke Warga

“Saya pribadi sangat kecewa. Laporan sudah jelas dan telah disampaikan oleh banyak guru. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan tegas dari Bupati. Seolah-olah tutup mata,” ujar salah seorang guru yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Para guru menilai, sebagai kepala daerah, Bupati memiliki kewenangan untuk memanggil dan meminta penjelasan dari Dinas Pendidikan demi memastikan praktik pungli tidak kembali terjadi.

“Sebagai pemimpin daerah, seharusnya Pak Bupati mengambil langkah tegas. Kalau dibiarkan, sama saja membiarkan pungli ini terus berlangsung,” tambah guru tersebut.

Baca Juga :  Kontroversi Peserta JSFL Kerinci, Ini Kata Plt Kadis Pendidikan dan PSSI Kerinci 

Ia juga menyebutkan para guru terpaksa membuat surat pernyataan dengan mengatakan tidak ada pungutan tersebut. “Ya surat pernyataan sudah kami buat, kami terpaksa membuatnya dari pada kami ditekan dan di persulit nantinya,” tutupnya.

Bupati Kerinci, Monadi dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp tidak membalas. Hingga berita ini di turunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Kerinci maupun Dinas Pendidikan terkait laporan dugaan pungli yang di sampaikan para guru.(Dea)

Berita Terkait

PS Semurup Mundur dari Bupati Cup 2025, Ini Alasannya
Harga Cabai dan Ayam Kerinci Melonjak Tajam Jelang Nataru
Gagal Ginjal Diderita Kariati, Kondisi Kian Memburuk dan Butuh Donasi
Penyidik Kejari Geledah Dua Lokasi Terkait Kasus Dana Desa Batang Merangin
Viral, Beredar Video Remaja Kerinci Diduga Membawa Sajam di Jalan Umum
Banjir dan Longsor di Kerinci, Ini Jumlah Rumah dan Warga yang Terdampak
Jalan PSU Batang Sangir Diduga Bermasalah, Warga Pertanyakan Mutu Pekerjaan
Banjir dan Longsor Melanda Kerinci, Pemerintah Tingkatkan Mitigasi Darurat

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 15:56 WIB

PS Semurup Mundur dari Bupati Cup 2025, Ini Alasannya

Minggu, 30 November 2025 - 11:32 WIB

Harga Cabai dan Ayam Kerinci Melonjak Tajam Jelang Nataru

Sabtu, 29 November 2025 - 19:00 WIB

Gagal Ginjal Diderita Kariati, Kondisi Kian Memburuk dan Butuh Donasi

Sabtu, 29 November 2025 - 09:26 WIB

Guru Keluhkan Pungli, Bupati Monadi Dianggap Tutup Mata

Sabtu, 29 November 2025 - 08:48 WIB

Penyidik Kejari Geledah Dua Lokasi Terkait Kasus Dana Desa Batang Merangin

Berita Terbaru

Tanjabbar

503 Pelajar Tanjabbar Dapat Bantuan Dumisake Pendidikan 2025

Minggu, 30 Nov 2025 - 19:18 WIB

Karyawan menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia PT. Aneka Tambang (ANTAM), Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/9/2025)

Finansial

Harga Emas Menguat Sepanjang Pekan, Ini Rinciannya

Minggu, 30 Nov 2025 - 17:00 WIB

Kerinci

PS Semurup Mundur dari Bupati Cup 2025, Ini Alasannya

Minggu, 30 Nov 2025 - 15:56 WIB