KLIKINAJA, KERINCI – Menjelang Natal dan Tahun Baru 2025, kenaikan harga komoditas pangan kembali terasa di Kabupaten Kerinci. Dua bahan pokok yang paling signifikan mengalami lonjakan adalah cabai dan ayam potong, yang berdampak langsung pada penjualan pasar dan daya beli masyarakat.
Para pedagang menyebut lonjakan harga ini sudah terasa sejak akhir November, dan semakin tinggi ketika memasuki periode persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pedagang pasar mengaku jumlah pembeli mulai menurun karena harga tidak lagi terjangkau sebagian warga. Sebagian pedagang bahkan melaporkan penurunan omzet hingga 25 persen dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa aktivitas perdagangan dapat semakin melemah apabila harga tidak segera stabil.
Di sisi lain, warga juga merasakan beban serupa. Naira, seorang ibu rumah tangga asal Kerinci, mengatakan harga ayam potong kini mencapai Rp50.000 per kilogram, padahal sebelumnya masih di kisaran Rp45.000. Kenaikan serupa terjadi pada cabai merah, yang melonjak dari sekitar Rp65.000 menjadi Rp100.000 per kilogram.
“Naiknya harga tersebut membuat pengeluaran rumah tangga meningkat cukup tajam, terutama bagi keluarga yang rutin membeli bahan segar setiap hari,” katanya.
Kenaikan harga ayam diperkirakan terjadi akibat tingginya permintaan menjelang libur panjang dan tradisi konsumsi daging saat perayaan akhir tahun. Sebagian stok ayam juga disebut dialihkan ke kebutuhan program makan bergizi gratis yang membuat suplai untuk pasar umum berkurang. Situasi ini menyebabkan harga melonjak karena pasokan tidak seiring dengan kebutuhan konsumen.
Sementara itu, lonjakan harga cabai dipicu oleh penurunan hasil panen di sentra produksi. Curah hujan tinggi dalam beberapa bulan terakhir membuat tanaman cabai rentan membusuk sebelum dipanen. Banyak petani melaporkan gagal panen, sehingga distribusi cabai ke pasar menurun drastis. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat pasokan belum dapat dipastikan akan pulih dalam waktu dekat.
Para pedagang berharap harga cabai dan ayam potong bisa kembali normal menjelang puncak liburan. Stabilitas harga dinilai penting untuk menjaga perputaran ekonomi pasar rakyat serta memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Jika kondisi terus berlanjut, dikhawatirkan daya beli masyarakat akan semakin melemah dan aktivitas perdagangan ikut melambat.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan langkah mitigasi, baik melalui pengawasan pasokan maupun intervensi harga jika diperlukan. Monitoring distribusi komoditas pangan dan dukungan terhadap petani melalui penanganan dampak cuaca ekstrem juga menjadi hal yang perlu diperhatikan agar kenaikan harga tidak berlarut-larut.
Menjelang pergantian tahun, berbagai pihak kini menanti kebijakan penstabil harga. Baik pedagang maupun konsumen sepakat bahwa keseimbangan pasar harus segera dipulihkan agar kebutuhan pokok tetap terjangkau. Tanpa solusi, lonjakan harga dikhawatirkan dapat berdampak lebih luas pada ekonomi masyarakat dan kestabilan pasar tradisional di Kerinci.
Kenaikan harga cabai dan ayam di Kerinci menjadi peringatan penting bagi sektor pangan daerah. Koordinasi distribusi, pasokan, serta dukungan terhadap petani dinilai menjadi kunci agar gejolak harga tidak berkepanjangan.(Dea)









