KLIKINAJA – Aksi kejujuran seorang sopir taksi di Bogor, Jawa Barat, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Uang tunai senilai Rp180 juta yang tertinggal di kursi belakang taksi berhasil kembali ke tangan pemiliknya dalam kondisi utuh.
Cerita ini mencuat setelah di bagikan akun Instagram undercover.id pada Selasa, 17 Februari 2026. Dalam unggahan tersebut, di ceritakan bagaimana seorang penumpang di landa kepanikan setelah menyadari tas berisi uang perusahaan miliknya tertinggal sesaat setelah turun dari kendaraan.
Nominalnya tidak kecil. Dana itu disebut-sebut akan di gunakan untuk membayar gaji karyawan.
Kronologi Uang Tertinggal di Taksi
Peristiwa bermula ketika seorang pengusaha menggunakan layanan taksi milik Bluebird Group dengan nomor armada BDE 6142. Setelah tiba di tujuan, ia turun tanpa menyadari tas berisi uang tunai ratusan juta rupiah masih berada di dalam mobil.
Tak lama kemudian, ia baru menyadari kelalaiannya. Dalam unggahan pribadinya di media sosial, sang penumpang mengaku baru pertama kali mengalami kejadian tersebut meski sudah lama menjadi pelanggan taksi.
Ia menyampaikan rasa syukurnya karena uang sebesar Rp180 juta yang diperuntukkan bagi gaji karyawan sempat membuatnya sangat cemas. Dana itu penting untuk operasional dan kelangsungan usaha yang ia jalankan.
Kepanikan wajar muncul. Kehilangan uang perusahaan dalam jumlah besar tentu bisa berdampak serius, baik bagi pemilik usaha maupun para pekerja yang menanti hak mereka.
Sopir Datang Mengantar Uang ke Kantor
Harapan datang dari kejujuran sopir taksi bernama Aditya Afandi Nasution. Ia menemukan tas yang tertinggal dan berinisiatif menghubungi serta mendatangi langsung kantor pemiliknya untuk mengembalikan uang tersebut.
Tanpa menunggu laporan resmi atau imbauan, Aditya memilih bertindak cepat. Ia memastikan tas berisi uang itu sampai ke tangan pemiliknya dalam keadaan lengkap.
Sang penumpang kemudian mengisahkan bahwa ia sempat menawarkan uang terima kasih sebagai bentuk apresiasi. Namun tawaran tersebut di tolak dengan halus. Aditya beralasan bahwa mengembalikan barang milik pelanggan adalah tanggung jawab yang memang harus ia jalankan sebagai pengemudi.
Dalam unggahannya, penumpang itu bahkan berharap manajemen perusahaan taksi memberikan penghargaan khusus kepada sang sopir karena telah menunjukkan integritas tinggi.
Viral dan Dibanjiri Apresiasi
Hingga Selasa, 17 Februari 2026 pukul 13.00 WIB, unggahan tersebut telah di sukai lebih dari 2.500 pengguna Instagram dan terus menyebar luas. Respons warganet di dominasi doa dan dukungan.
Sejumlah komentar memuji sikap jujur sang sopir, mendoakan agar rezekinya di lancarkan dan pekerjaannya di mudahkan. Banyak pula yang menilai tindakan tersebut sebagai contoh nyata bahwa nilai kejujuran masih hidup di tengah masyarakat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus informasi negatif, kisah-kisah sederhana penuh integritas tetap memiliki daya sentuh kuat. Kepercayaan publik terhadap layanan transportasi juga ikut terangkat ketika sopir menjalankan amanah dengan sepenuh hati.
Di sisi lain, kasus ini menunjukkan pentingnya sistem pelacakan dan standar pelayanan yang diterapkan perusahaan transportasi. Reputasi sebuah brand tak hanya di tentukan oleh teknologi atau armada, melainkan juga karakter orang-orang yang berada di balik kemudi.
Aksi Aditya bukan sekadar mengembalikan uang Rp180 juta. Ia menghadirkan teladan bahwa profesionalisme dan kejujuran masih menjadi fondasi utama dalam bekerja.(Tim)









