Panas Ekstrem 38 Derajat di Jabodetabek, Hujan Justru Diprediksi Datang Lebih Cepat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suhu panas menyengat hingga 80 derajat celcius diprediksi hingga akhir Oktober 2025 (Dok: BMKG)

Suhu panas menyengat hingga 80 derajat celcius diprediksi hingga akhir Oktober 2025 (Dok: BMKG)

Britainaja – Beberapa hari terakhir, masyarakat Jakarta dan sekitarnya merasakan suhu panas yang tak biasa. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, menjelaskan bahwa suhu maksimum di wilayah tersebut kini berkisar antara 35 hingga 38 derajat Celcius dan berpotensi berlanjut hingga akhir bulan.

Menurut Erma, kondisi panas ekstrem ini disebabkan minimnya tutupan awan di atas Pulau Jawa dan sebagian wilayah selatan Indonesia. Salah satu pemicunya adalah aktivitas dua bibit siklon tropis di utara, yakni NAKRI di Laut Filipina dan 96W di Samudra Pasifik, dekat Papua bagian utara.

“Adanya dua sistem siklon itu membuat kumpulan awan konvektif berpindah ke wilayah utara ekuator. Akibatnya, langit di selatan, termasuk Jawa, menjadi lebih cerah dan suhu pun meningkat,” ujar Erma, Rabu (15/10/2025).

Baca Juga :  Curhatan Nurul Akmal soal PPPK Paruh Waktu Picu Simpati Publik

Meski begitu, perbedaan suhu antara daratan dan laut menyebabkan terbentuknya angin-angin lokal. Fenomena ini bisa menimbulkan hembusan angin kencang di siang hari, bahkan tanpa hujan. Namun, di beberapa wilayah Jawa bagian tengah dan timur, angin lokal tersebut dapat memicu hujan pada sore hingga malam hari.

“Perubahan cuaca saat ini bisa sangat cepat. Siang hari panas terik, malamnya bisa turun hujan di sertai angin. Jadi tetap perlu perlindungan dan kewaspadaan,” imbau Erma.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menuturkan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi datangnya musim hujan lebih awal. Fenomena El Nino lemah di sebut menjadi salah satu faktor utama perubahan pola ini.

Baca Juga :  Cara Pindah BPJS Mandiri ke BPJS Gratis (PBI) 2026, Ini Syarat dan Prosedurnya

“Puncak musim hujan di prediksi terjadi antara November dan Desember 2025. Karena itu, kami minta masyarakat bersiap sejak sekarang, terutama di wilayah rawan genangan dan banjir,” ujarnya.

Mahdiar menambahkan, pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif, seperti memastikan saluran air berfungsi dengan baik dan mengaktifkan tim siaga banjir di lapangan. “Kita tidak bisa hanya fokus pada panas ekstrem, karena potensi hujan deras juga semakin dekat,” tambahnya.

Dengan kondisi cuaca yang berubah cepat antara panas ekstrem dan potensi hujan lebat, masyarakat di minta tetap menjaga kesehatan, memperhatikan hidrasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi. (Tim)

Berita Terkait

Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Andalkan APBN Tahan Tekanan Global
Idul Fitri 2026 Ditetapkan 21 Maret, Hilal Tak Terlihat
Cari Lokasi Salat Idulfitri 1447 H Kini Lebih Mudah Secara Digital
IHSG Tertekan, Menkeu Purbaya Yakin Tembus 10.000 Tahun 2026
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa BPKB, Proses Makin Praktis
Cara Daftar SPPI Kopdes Merah Putih 2026 Lengkap Syarat dan Jadwal
Kemenag Pantau Hilal di 117 Titik, Sidang Isbat Tentukan Idul Fitri 1447 H
BMKG Ungkap Penyebab Jakarta Terasa Lebih Panas Saat Pancaroba
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:37 WIB

Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Andalkan APBN Tahan Tekanan Global

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:00 WIB

Idul Fitri 2026 Ditetapkan 21 Maret, Hilal Tak Terlihat

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:00 WIB

Cari Lokasi Salat Idulfitri 1447 H Kini Lebih Mudah Secara Digital

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:00 WIB

IHSG Tertekan, Menkeu Purbaya Yakin Tembus 10.000 Tahun 2026

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:00 WIB

Bayar Pajak Kendaraan Tanpa BPKB, Proses Makin Praktis

Berita Terbaru

Bisnis

Link DANA Kaget Terbaru Hari Ini Viral, Begini Cara Klaimnya

Minggu, 22 Mar 2026 - 09:00 WIB

Ilustrasi

Daerah

Tarif Parkir Wisata Jambi Diminta Wajar Saat Libur Lebaran

Minggu, 22 Mar 2026 - 08:14 WIB