KLIKINAJA, JAMBI – Kota Jambi resmi dipercaya menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 yang akan berlangsung pada tahun 2026. Penetapan tersebut diumumkan seusai prosesi penyerahan bendera LPTQ dari Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, kepada Wakil Wali Kota Jambi sekaligus Ketua LPTQ Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, pada Sabtu (22/11/2025).
Penunjukan itu menandai dimulainya rangkaian persiapan Kota Jambi untuk menyelenggarakan agenda keagamaan terbesar di Provinsi Jambi. Pemerintah kota berkomitmen menyiapkan fasilitas terbaik agar gelaran MTQ tahun depan berjalan lancar sekaligus memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta yang hadir.
Dorongan dari Prestasi MTQ Sebelumnya
Menurut Diza Hazra Aljosha, kepercayaan tersebut tidak terlepas dari capaian kafilah Kota Jambi pada MTQ ke-54. Prestasi tersebut, kata Diza, menjadi modal berharga sekaligus pemantik semangat bagi para peserta dan seluruh jajaran pemerintah kota dalam menyambut penyelenggaraan MTQ berikutnya.
Ia menegaskan bahwa energi positif dari capaian itu akan menjadi fondasi untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik. “InsyaAllah kami siap menjalankan amanah ini. Setiap tahapan persiapan akan kami perkuat demi memastikan pelaksanaan MTQ 2026 berjalan maksimal,” ujarnya.
Fokus Pada Mutu Penyelenggaraan dan Penguatan Nilai Religius
Diza menyampaikan bahwa keberhasilan menjadi tuan rumah tidak hanya ditentukan oleh prestasi peserta, tetapi juga oleh mutu penyelenggaraan secara keseluruhan. Pihaknya ingin memastikan MTQ ke-55 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu sarana penting untuk menghidupkan nilai-nilai religius di tengah masyarakat Kota Jambi. Melalui MTQ, pemerintah berharap intensitas interaksi masyarakat dengan Al-Qur’an meningkat, baik dalam aspek pembacaan, penghayatan, maupun pengamalan.
Persiapan Infrastruktur dan Agenda Penunjang
Sebagai tuan rumah, Kota Jambi mulai menyiapkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk penataan venue perlombaan, sarana penunjang, hingga kesiapan sumber daya manusia. Pemerintah kota juga akan menggandeng berbagai elemen masyarakat dan lembaga keagamaan agar rangkaian acara berjalan lebih inklusif.
Diza menjelaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah provinsi serta LPTQ akan dilakukan secara intensif. Langkah tersebut, menurutnya, menjadi kunci agar pelaksanaan MTQ 2026 dapat memenuhi standar penyelenggaraan dan memberikan dampak positif bagi daerah.
Selain itu, pemerintah kota berencana menambah kegiatan pendukung seperti festival budaya dan pameran UMKM untuk meningkatkan daya tarik wisata selama gelaran MTQ berlangsung. Upaya ini diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi sekaligus memperkenalkan keragaman budaya Kota Jambi.
Harapan Menuju MTQ 2026
Menutup pernyataannya, Diza berharap Kota Jambi mampu mengulang kesuksesan pada ajang sebelumnya dan memantapkan diri sebagai tuan rumah yang profesional. Ia meyakini persiapan matang serta dukungan masyarakat akan menjadi faktor penting dalam menyukseskan MTQ ke-55.
“Semoga Kota Jambi tidak hanya mencatat prestasi, tetapi juga meninggalkan kesan baik bagi seluruh peserta dan tamu yang hadir,” tutur Diza.
Dengan ditunjuknya Kota Jambi sebagai lokasi penyelenggaraan, seluruh mata kini tertuju pada persiapan yang tengah dilakukan. Pemerintah kota pun menargetkan agar MTQ 2026 menjadi salah satu gelaran terbaik dalam sejarah penyelenggaraan tingkat provinsi.(Dea)









