Di Era IA, 9 Profesi Paling Dicari dan Begini Kisaran Gajinya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLIKINAJA – Perkembangan artificial intelligence dalam beberapa tahun terakhir memaksa banyak industri melakukan penyesuaian besar-besaran. Permintaan terhadap talenta digital meningkat, terutama untuk posisi yang berkaitan dengan pengembangan algoritma, pengolahan data, hingga implementasi sistem berbasis AI. Di tengah perubahan ini, Coursera merilis daftar pekerjaan dengan prospek terbaik bagi mereka yang ingin meniti karier di bidang teknologi masa depan tersebut.

Di urutan teratas, Coursera menempatkan AI research scientist sebagai profesi dengan permintaan tertinggi. Para peneliti ini banyak berkutat di universitas maupun lembaga riset, merancang model dan teknologi baru agar AI mampu memecahkan persoalan yang semakin kompleks. Rata-rata pendapatan yang ditawarkan mencapai US$142.325, mencerminkan tingginya kebutuhan industri terhadap inovasi.

Berikutnya adalah machine learning engineer, posisi yang memegang peranan penting dalam mengoperasikan sekaligus menyempurnakan sistem AI yang sudah berjalan. Insinyur ML bertanggung jawab menjaga performa model, meningkatkan akurasi, hingga menjembatani kebutuhan antara tim riset dan data. Profesi ini menawarkan gaji rata-rata US$119.668.

Baca Juga :  Hipotermia di Gunung: Risiko Mematikan yang Kerap Mengintai Pendaki

Tak jauh berbeda, peran AI engineer juga semakin diperhitungkan. Para profesional di posisi ini berfokus mengembangkan aplikasi serta sistem berbasis kecerdasan buatan agar operasional perusahaan berjalan lebih efisien. Selain meningkatkan produktivitas, AI engineer juga kerap menghasilkan rekomendasi strategis bagi bisnis. Gaji yang ditawarkan berada di kisaran US$114.420.

Di bidang visual, computer vision engineer ikut menempati posisi penting. Keahlian mereka dibutuhkan untuk memproses data berbentuk gambar maupun video, mulai dari teknologi pengenalan wajah hingga peningkatan kualitas gambar. Profesi ini menawarkan rata-rata pendapatan US$115.479.

Sementara itu, data engineer menjadi tulang punggung pengelolaan data di perusahaan modern. Mereka bertugas menyiapkan infrastruktur data, membersihkan, merapikan, hingga memastikan informasi dapat digunakan oleh ilmuwan data dan analis bisnis. Posisi ini memiliki gaji rata-rata US$104.992.

Pada sisi pemrosesan bahasa, NLP engineer memegang peranan penting dalam mengembangkan sistem bahasa alami yang digunakan pada berbagai perangkat pintar, seperti asisten virtual. Selain bekerja pada teknologi pengenal suara, mereka juga mengembangkan model analisis teks yang memungkinkan pengukuran sentimen hingga penerjemahan otomatis. Rata-rata pendapatannya berada di angka US$88.593.

Baca Juga :  Superflu Merebak di Indonesia, Begini Cara Lindungi Diri dari Penularan

Meningkatnya investasi teknologi, terutama dari perusahaan global, turut memperbesar kebutuhan tenaga ahli di seluruh bidang AI. Semakin besar modal yang digelontorkan, semakin kompleks pula tantangan yang harus ditangani para profesional tersebut. Karena itu, sebagian besar posisi ini menuntut latar belakang pendidikan di bidang ilmu komputer atau matematika.

Namun, Coursera menekankan bahwa kompetensi teknis tidak hanya ditentukan oleh gelar pendidikan formal. Sertifikasi dan pelatihan profesional kini menjadi faktor pembeda yang penting, terutama bagi individu yang ingin meningkatkan kemampuan atau melakukan upskilling untuk bersaing di pasar kerja berbasis AI.

Dengan berkembangnya ekosistem teknologi global, sembilan profesi AI ini diperkirakan akan terus mengalami peningkatan permintaan. Investasi besar di sektor digital membuat perusahaan membutuhkan talenta yang mampu menjawab tantangan baru sekaligus mendorong inovasi.(Tim)

Berita Terkait

BMKG Ungkap Penyebab Jakarta Terasa Lebih Panas Saat Pancaroba
Bolehkah Kurma Dicuci Sebelum Dimakan? Ini Cara Membersihkannya dengan Benar
Fitur Keamanan Baru Meta di WhatsApp, Facebook, dan Messenger Tangkal Penipuan
7 Ciri Kepribadian yang Sering Dimiliki Orang Sukses
BPJS Kesehatan Aktif Berapa Hari Setelah Daftar? Ini Penjelasan Resminya
Google Bisa Rekam Aktivitas Pengguna 24 Jam, Begini Cara Kerjanya
Cara Pindah BPJS Mandiri ke BPJS Gratis (PBI) 2026, Ini Syarat dan Prosedurnya
6 Cara Cek KIS Aktif atau Tidak Secara Online dan Offline
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 00:00 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Jakarta Terasa Lebih Panas Saat Pancaroba

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:00 WIB

Bolehkah Kurma Dicuci Sebelum Dimakan? Ini Cara Membersihkannya dengan Benar

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:00 WIB

Fitur Keamanan Baru Meta di WhatsApp, Facebook, dan Messenger Tangkal Penipuan

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:35 WIB

7 Ciri Kepribadian yang Sering Dimiliki Orang Sukses

Senin, 9 Maret 2026 - 20:17 WIB

BPJS Kesehatan Aktif Berapa Hari Setelah Daftar? Ini Penjelasan Resminya

Berita Terbaru

Nasional

Jadwal Masuk Kerja Usai Lebaran 2026, ASN dan Swasta WFA 3 Hari

Minggu, 22 Mar 2026 - 20:09 WIB

Nasional

Menkeu Purbaya Batasi Anggaran K/L, APBN Dijaga Ketat

Minggu, 22 Mar 2026 - 17:00 WIB

Olahraga

PSG Hajar Nice 4-0, Kembali Puncaki Klasemen Ligue 1

Minggu, 22 Mar 2026 - 16:00 WIB