Pendakian Semeru Ditutup Usai Status Naik ke Level Awas

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luncuran awan panas Gunung Semeru, Rabu (19/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Luncuran awan panas Gunung Semeru, Rabu (19/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

KLIKINANJA – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi menutup seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru mulai Selasa (19/11). Langkah cepat ini diambil setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut menjadi Level IV atau Awas akibat lonjakan aktivitas vulkanik.

Keputusan tersebut berdampak pada seluruh jalur pendakian, termasuk rute favorit menuju Ranu Kumbolo yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang. Penutupan dilakukan tanpa batas waktu, menunggu kondisi kembali stabil dan dinyatakan aman oleh otoritas geologi.

Status Meningkat Drastis dalam Hitungan Jam

Peningkatan aktivitas Semeru berlangsung dalam tempo yang sangat singkat. Sekitar pukul 16.00 WIB, status gunung masih berada pada Level III (Siaga) setelah beberapa jam berada di Level II (Waspada). Namun kondisi berubah cepat, hingga pada pukul 17.25 WIB PVMBG menetapkan Semeru berada di Level IV (Awas).

Perubahan status ini dipicu oleh aktivitas guguran awan panas yang tercatat meluncur sejauh 8,5 kilometer dari puncak sekitar pukul 14.13 WIB. Setelah evaluasi dilakukan, PVMBG memperluas radius berbahaya menjadi 8 kilometer dari puncak dan sektoral hingga 20 kilometer ke arah selatan–tenggara. Daerah yang sebelumnya masuk kategori rawan pada radius 5 hingga 17 kilometer pun kini diminta untuk dikosongkan.

Baca Juga :  Pria Mengaku Pegawai Kejaksaan Diamankan di Jambi

Penjelasan TNBTS: Pendakian Ditutup Tanpa Toleransi

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan bahwa penutupan pendakian mengikuti rekomendasi langsung dari PVMBG. Menurutnya, keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dalam situasi yang tidak menentu ini.

“Mulai 19 November, seluruh jalur pendakian Gunung Semeru, termasuk akses menuju Ranu Kumbolo, resmi kami tutup sampai ada pernyataan aman dari pihak terkait,” kata Rudijanta dalam keterangan tertulisnya.

Ia juga memastikan bahwa pendaki yang sudah membeli tiket secara online tidak perlu merasa dirugikan. TNBTS sedang menyiapkan opsi penjadwalan ulang (reschedule), dan informasi teknis akan diumumkan melalui kanal resmi dalam waktu dekat.

Evakuasi Warga di Zona Rawan

Tak hanya wisatawan, warga yang tinggal di wilayah rentan juga terdampak langsung. Sejumlah titik di kawasan selatan–tenggara diminta melakukan evakuasi mandiri untuk menghindari ancaman awan panas maupun potensi erupsi lanjutan.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Hanguskan Pasar Wonogiri, Ratusan Kios Ludes

Salah satu wilayah yang dievakuasi adalah Kamar A. Para warga dipindahkan sementara ke Balai Desa Supiturang di Kecamatan Pronojiwo. Pemindahan ini dilakukan sebagai tindakan antisipatif, mengingat peningkatan aktivitas Semeru dapat berlangsung fluktuatif.

Petugas gabungan dari BPBD, relawan lokal, dan aparat desa turut mengoordinasikan proses penyelamatan untuk memastikan seluruh warga berada di lokasi yang aman.

TNBTS Imbau Masyarakat Ikuti Informasi Resmi

Hingga kini, petugas di lapangan terus memantau perubahan aktivitas di sekitar Gunung Semeru. TNBTS mengimbau pendaki maupun warga agar tidak mendekati wilayah yang sudah ditetapkan sebagai zona bahaya dan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BNPB, atau pemerintah daerah.

Penutupan pendakian di Semeru bukan pertama kalinya terjadi, namun peningkatan status ke Level Awas membuat kewaspadaan publik harus ditingkatkan. Otoritas terkait terus mengingatkan bahwa aktivitas vulkanik dapat berubah setiap saat.

Dengan kondisi yang masih berkembang, masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada serta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak tervalidasi.(Tim)

Berita Terkait

Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Andalkan APBN Tahan Tekanan Global
Idul Fitri 2026 Ditetapkan 21 Maret, Hilal Tak Terlihat
Cari Lokasi Salat Idulfitri 1447 H Kini Lebih Mudah Secara Digital
IHSG Tertekan, Menkeu Purbaya Yakin Tembus 10.000 Tahun 2026
Bayar Pajak Kendaraan Tanpa BPKB, Proses Makin Praktis
Cara Daftar SPPI Kopdes Merah Putih 2026 Lengkap Syarat dan Jadwal
Kemenag Pantau Hilal di 117 Titik, Sidang Isbat Tentukan Idul Fitri 1447 H
Pemerintah Larang Siswa SD–SMA Gunakan Chatbot AI untuk Belajar
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 20:37 WIB

Harga BBM Belum Naik, Pemerintah Andalkan APBN Tahan Tekanan Global

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:00 WIB

Idul Fitri 2026 Ditetapkan 21 Maret, Hilal Tak Terlihat

Kamis, 19 Maret 2026 - 18:00 WIB

Cari Lokasi Salat Idulfitri 1447 H Kini Lebih Mudah Secara Digital

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:00 WIB

IHSG Tertekan, Menkeu Purbaya Yakin Tembus 10.000 Tahun 2026

Rabu, 18 Maret 2026 - 20:00 WIB

Bayar Pajak Kendaraan Tanpa BPKB, Proses Makin Praktis

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Teknologi

AI Ambil Alih Coding, Peran Programmer Kini Berubah

Sabtu, 21 Mar 2026 - 17:10 WIB

Ilustrasi

Teknologi

Registrasi SIM Wajib Biometrik 2026, Aturan Baru dan Dampaknya

Sabtu, 21 Mar 2026 - 16:00 WIB